INDONEWS.ID

  • Minggu, 28/05/2023 19:43 WIB
  • Bung RR dan Budaya Populer

  • Oleh :
    • very
Bung RR dan Budaya Populer
Tokoh Pergerakan, DR Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Oleh: Tulus Sugiharto*)

Jakarta, INDONEWS.ID - Dear  Gen  Z, salah satu  hobi anda  menonton tontonan yang menarik, meski tidak penting. Di Tiktok sebuah tayangan durasi hanya sekitar 15 detik hingga satu menit. Apa yang dilihat, ya yang menarik, bahkan  untuk sekadar lihat cerita orang lain yang tidak dikenal.

Baca juga : Rizal Ramli Tidak Peduli 1,2,3, Dia Peduli 0,5

Budaya populer itu biasanya cepat muncul, tapi cepat juga turun. Misalnya, ada sekelompok anak muda, menjadikan trotoar atau tempat penyerangan jalan untuk mondar mandir bagaikan di catwalk. Kemudian itu dikenal sebagai  Citayam Fashion Week. Viral di medsos,  kemudian mengundang banyak sekali orang, bahkan selebriti pun ikut dalam kegiatan ini, dampaknya tambah  viral tapi juga membuat kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

Aksi di trotoar semacam ini sebenarnya juga dilakukan oleh group musik terkenal asal Korea Selatan, BTS.  Mereka  membuat program  BTS Performs a Concert in the Crosswalk, bersama James Corden, seorang aktor, penulis, produser, komedian, pembawa acara televisi dan penyanyi asal Inggris. Salah satu program terkenal Corden antara lain,  James Corden Carpool Karaoke.

Baca juga : Bang RR, Melawan Dinasti Politik Demi Menyejahterakan Rakyat Indonesia

Tidak tahu persis apakah Bonge cs terpengaruh oleh tayangan BTS yang “ngamen“ atau menjadikan jalan penyeberangan di lampu merah sebagai panggung mereka.  Yang jelas BTS lebih dulu melakukannya ketimbang Bonge  Cs.

Media sosial yang muncul karena teknologi media baru yang berbasis internet itu, mampu menciptakan budaya populer, viral dengan cepat. Tapi bagaimana tetap  diatas dan  terus bertahan ?

Baca juga : Belum Merdeka 100 Persen, Quo Vadis Indonesia?

Industri hiburan Korea, apa itu K Pop atau drama korea atau drakor  sangat serius mempersiapkan artis dan aktornya agar mereka tidak jatuh pada tren budaya populer, yang cepat naik dan kemudian  dengan cepat turun.  BTS misalnya kini sudah 10 tahun berada di industri musik, mereka menjelma menjadi legend bahkan menjadi wakil Korea Selatan saat dalam Sidang Umum PBB  September 2021, bahkan BTS 31 Mei  2022,  menjadi tamu khusus Presiden AS,  Joe Biden,  karena saat itu  di Amerika tengah muncul fenomena kekerasan  pada masyarakat Asia.  

Btw, Suga BTS juga hadir di Jakarta 26- 28 Mei ini di Jakarta dan kabarnya mendapatkan pengawalan 1000 personel gabungan.

Group lainnya Blackpink, mulai debut tahun 2016 tapi sebelum debut mereka di rekrut dari beberapa negara bahkan melalui training selama lima tahun sebelum tampil di panggung. Hal ini diungkap Blackpink dalam program Carpool Karaoke bersama James Gordon. Saat tampil   di Jakarta 11-12 Maret lalu tiket  Blackpink  telah terjual jauh sebelum pertunjukan. Hal yang sama juga terjadi pada group musik Coldplay  yang tiketnya terjual habis dalam hitungan menit padahal baru akan hadir di Jakarta 15 November 2023 mendatang.

Jadi seorang celebrity akan bertahan lama karena latihan yang bertahun-tahun bukan karena populer  karena sebuah momen yang cepat naik dan turun.

Geser  ke celebrity dunia politik. Budaya populer  kini juga sudah cukup lama masuk ke dunia politik dan  kini melibatkan pihak lain agar terus dianggap populer Meminjam istilah Bung Rizal Ramli (RR), pihak lain itu seperti  BuzzerRP dan SurePay (lembaga Survei).  Memang nampaknya cara seperti ini efektif menaikan seseorang menjadi kandidat pemimpin negara. Tapi jangan-jangan, nasibnya  cepat naik dan kemudian turun atau layu saat sedang mekar.

Bung RR bukan produk budaya populer politik, sejak berumur 8 tahun sudah yatim piatu, sekolah di ITB dengan membiayai dirinya menjadi penerjemah, ikut demonstrasi,  dipenjara, menyelesaikan kuliah di Amerika,  kembali ke Indonesia menjadi Menteri di dua Presiden ( Gus Dur dan Jokowi), di era Jokowi hanya satu tahun, dipecat karena mungkin  jadi vokalis yang terlalu menguasai panggung. “lagunya  berjudul“   mempersoalkan Garuda, Masela, pipa dan  bunker BBM, PLN dll. Bernyanyi  sendiri hingga dikeluarkan dari panggung, meski penonton menyukainya. Saat peringatan 25 tahun reformasi, Bung  RR “nyanyi“ di depan puluhan orang dosen, aktivis dll.

Ada yang jaga? Ada sih, kabarnya tiga orang, yang diduga intel. Dear Gen Z, ayo  dengar “lagu-lagu ekonomi dan politik” Bung RR, mencerahkan pikiran dan jiwa Anda.

*) Tulus Sugiharto adalah Pengamat Sosial

Artikel Terkait
Rizal Ramli Tidak Peduli 1,2,3, Dia Peduli 0,5
Bang RR, Melawan Dinasti Politik Demi Menyejahterakan Rakyat Indonesia
Belum Merdeka 100 Persen, Quo Vadis Indonesia?
Artikel Terkini
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2, Pesawat Hercules C-130 Dan Boeing 737-200 Pukau Ribuan pada Makassar International Eight Festival And Forum
Lilik Mardianto Rayakan Ulang Tahun Perkawinan dengan Sumbang Pompa Air untuk Masyarakat Waingapu Sumba Timur
Pos Kewar Satgas Yonif 742/SWY Bersama Puskesmas Weluli Berikan Asupan Gizi Kepada Anak Stunting di Perbatasan RI-RDTL
Santi Ayu Graito Kordinir UMKM hingga Berkembang
Hamzah Haz, Penjaga APBN Dekade 1990-an dan 2000-an
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id