INDONEWS.ID

  • Rabu, 25/10/2023 08:30 WIB
  • Alumni SMA 3 Teladan Jakarta Menikmati Whoosh

  • Oleh :
    • Asri Hadi
Alumni SMA 3 Teladan Jakarta Menikmati Whoosh

Jakarta, INDONEWS.ID - Salah satu agenda yang dilakukan alumni SMA 3 Teladan Jakarta tahun 1976  untuk merawat persahabatan hampir setengah abad, sekaligus bersilaturahmi adalah dengan menikmati perjalanan dengan kereta cepat  Whoosh dari Stasiun Halim, Jakarta ke kota Bandung, Selasa, 24 Oktober.

Rombongan yang berjumlah 15 orang berangkat dari Stasiun Halim pukul 08.45 dan kembali dari Stasiun Padalarang pukul 17.35.

Begitu cepat dan tanpa goncangan yang berarti membuat perjalanan dari Jakarta menuju Bandung tidak terasa telah menghabiskan waktu perjalanan sekitar 30 menit.

Novi Setia, salah seorang alumni, belum selesai pula berkisah tentang perjalanannya ke Malang beberapa waktu lalu, terpaksa menutup kisahnya karena Whoosh sudah "mendarat" di Stasiun Padalarang.

"Belum juga satu cerita selesai, kita sudah sampai di stasiun tujuan," kata Windriati Rahayu, Ketua Alumni 376,  ketika lewat pengeras suara terdengar petugas menginformasikan bahwa kereta sudah mendekati stasiun tujuan.

Asri Hadi, Wakil Alumni 376 sekaligus Pemimpin Redaksi Indonesia.id menimpali, "Secepat ini Whoosh melaju, seakan tidak menyisakan waktu sedikit pun buat kita 'mengambil nafas'."

Whoosh jelas sangat mempersingkat waktu perjalanan. Pelayanan yang diberikan awak kereta pun relatif mengesankan. Informasi dan bantuan yang diperlukan penumpang sebisa mungkin dipenuhi dengan ramah. Misalnya, saat penumpang bertanya tentang kemungkinan membeli minuman dalam kereta. "Maaf, untuk saat ini kami belum menyediakan pelayanan tersebut," kata Santi, salah seorang petugas sambil tersenyum dan meletakkan tangan kanannya di dada.

Dari sisi ekonomi waktu, perjalanan dengan Whoosh memberi kemungkinan kita bisa menikmati sebagian kota Bandung, seperti kawasan Gedung Sate dan sekitarnya, menyeruput berbagai varian kopi di kafe-kafe yang seakan tersebar di beberapa bagian kota, sampai mencoba kuliner khas seperti nasi liwet lengkap dengan berbagai lauk masakan Sunda yakni aneka  pepes-pepesan, sambal dan lalapan, sampai berburu di toko oleh-oleh, tanpa perlu menginap di Kota Kembang.

Sayang, kemulusan Whoosh belum dilengkapi dengan pelayanan yang prima pada kereta feeder di Stasiun Padalarang maupun Stasiun Kota Bandung. Misalnya, pengaturan arus kedatangan dan keberangkatan penumpang masih menyisakan penumpukan di beberapa titik, terutama di area eskalator dan di dalam kereta feeder.

Namun bagi Ade, ibu tiga anak yang tinggal di kawasan Jakarta Timur, beroperasinya Whoosh, bisa membuatnya terhibur disela-sela kesibukan sebagai pengusaha persewaan peralatan pesta.

"Hari ini, kami berlima, saya dan ipar-ipar saya naik Whoosh, lalu dengan taksi kami pergi ke  toko oleh-oleh, dan bisa langsung pulang," kata Ade sambil menunjukkan tas berisi aneka penganan.

Rombongan tersebut berangkat dari Stasiun Halim menuju Bandung pada siang hari, seusai menghadiri pengajian. Bagi dia, beberapa kekurangan dalam perjalanan masih bisa ditoleransi. 

Seiring berjalannya waktu, diharapkan pelayanan Whoosh dengan berbagai perangkat pelengkapnya seperti ruang tunggu penumpang di stasiun, kereta feeder, dan angkutan umum pendukungnya bisa semakin "ramah" penumpang.

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Dewan Pakar BPIP: Akademisi Bisa Buka Wacana Keselarasan Sistem Pilpres dengan Sila ke-4 Pancasila
Baznas RI Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tanah Datar
HUT Basarnas ke 52, Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas
Aksara Bricks, Cluster Gaya Eropa di Pasar Minggu
Ancaman Propaganda Pro-Khilafah: Dari Kajian Tertutup Hingga Pop-Culture
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas