Sebanyak 58 Persen Orang Tua Memilih Pendidikan Vokasi
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa temuan ini mendukung inovasi dan kebijakan Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kemendikbudristek dalam menyiapkan para siswa, mahasiswa, dan tenaga pendidik untuk lebih merdeka.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Sebanyak 58% orang tua menyatakan setuju dan mendukung pendidikan anak mereka dilanjutkan ke jenjang pendidikan vokasi. Hal ini menunjukkan keberhasilan transformasi pendidikan vokasi melalui Merdeka Belajar yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Menanggapi hasil temuan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa temuan ini mendukung inovasi dan kebijakan Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Kemendikbudristek dalam menyiapkan para siswa, mahasiswa, dan tenaga pendidik untuk lebih merdeka.
”Temuan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menyiapkan lulusan vokasi yang sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, hal ini juga dapat mendukung para pelajar Pendidikan Vokasi dan dapat mendukung pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila,” ujar Kiki Yuliati melalui pernyataan pers di Jakarta, Selasa (11/6).
Kiki menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi telah melakukan sejumlah inovasi dan kebijakan terhadap pendidikan vokasi.
“Kami telah bekerja sama dengan para mitra DUDI melalui program Business Matching, ruang interaksi antara pelaku industri dan satuan pendidikan vokasi. Inovasi ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk memperlihatkan potensi yang dimiliki, dan dapat menjadi mitra sebagai pekerja di perusahaan tersebut,” tambah Kiki.
Selain itu, terdapat program Upskilling dan Reskilling yang terus dilakukan kepada para pengajar dan tenaga pendidik agar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan industri terkini. Pelatihan ini dilakukan mengingat para pengajar dan tenaga pendidik akan mengajarkan ilmunya kepada para siswa pendidikan vokasi.
Kiki mengatakan, pelatihan tersebut sejalan dengan program Merdeka Belajar episode ke-20 yaitu Praktisi Mengajar. Dalam program ini Kemendikbudristek berkomitmen memberikan solusi dalam mendukung transformasi perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi vokasi. Melalui Praktisi Mengajar, institusi pendidikan akan melibatkan praktisi dalam perencanaan maupun proses pembelajaran, sehingga dapat lebih optimal.
Selanjutnya, para guru, dosen, ataupun tenaga pendidik juga akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri. Para pelajar juga dapat bertatap muka langsung dengan para praktisi yang bergabung.
”Melalui program Merdeka Belajar, kami juga berharap, para lulusan pendidikan vokasi juga dapat menjadi bagian dari industri untuk menjamin bisnis tetap berjalan dan berkembang. Oleh karena itu, kami terus meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kualitas yang dibutuhkan bagi dunia industri. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas para lulusan pendidikan vokasi yang kompetitif dan menjadi profesional di bidang pekerjaan yang diminati,” tutup Kiki.
Cenderung Mendapat Pekerjaan Lebih Cepat
Pemerhati sekaligus juga konsultan pendidikan di Indonesia, Ina Liem, juga melakukan survei terkait peminatan masyarakat terhadap pendidikan vokasi.
Survei tersebut menyebutkan bahwa sebanyak 58% orang tua setuju dan mendukung pendidikan anaknya dilanjutkan ke pendidikan vokasi.
Dalam temuan survei tersebut, Ina Liem menjelaskan bahwa ada dua alasan terbesar dukungan orang tua terhadap pendidikan vokasi.
“Pertama, lulusan pendidikan vokasi cenderung mendapatkan pekerjaan yang lebih cepat,” ujarnya.
Alasan kedua yaitu metode pembelajaran yang lebih praktikal dan langsung di lapangan. “Metode ini kerap dikenal sebagai project based learning (PBL),” ujar Ina. ***