indonews

indonews.id

Ada Upaya Anulir Putusan MK, SATUPENA: Kedaulatan Rakyat Dilemahkan Guna Akomodir Kepentingan Pihak Tertentu

 Sikapi Putusan MK, SATUPENA: Indonesia Sedang Krisis Demokrasi, Keadilan hingga Kedaulatan Rakyat

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Jakarta, INDONEWS.ID - Para penulis anggota Perkumpulan Penulis Indonesia (SATUPENA) menilai negara Indonesia sedang mengalami krisis demokrasi, keadilan hingga kedaulatan rakyat. Krisis ini, menurut penilaian Satupena, disebabkan oleh berbagai tindakan politik dan kebijakan yang lebih mementingkan kepentingan pihak tertentu saja.

Menurut Satupena, prinsip utama demokrasi, bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, dengan nyata sedang dilemahkan dan hanya dikuasai oleh segelintir pihak. Pelemahan demokrasi ini juga berbuntut pada berbagai pelemahan di berbagai bidang kehidupan seperti hukum, ekonomi, sosial dan sebagainya.

Singkat kata, negara ini sedang mengalami berbagai krisis akibat rezim yang berkuasa, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, tidak menjalankan tugasnya sepenuh hati sesuai tujuan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia.

"Hal terakhir yang menjadi penanda Indonesia dalam krisis adalah upaya untuk menganulir dua Putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan tersebut adalah Putusan MK Nomor

60/PUU-XXII/2024 yang melonggarkan ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah untuk semua partai politik dan Putusan MK Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang mempertegas syarat batas usia pencalonan kepala daerah yang harus terpenuhi pada saat pendaftaran.

Upaya pengabaian Putusan MK tersebut mengundang reaksi keras dalam berbagai bentuk (misalnya petisi) dan demonstrasi besar yang terjadi di mana-mana."

Meski sudah ada janji dari Pemerintah dan Legislatif untuk mematuhi Putusan MK tersebut, tetap saja diperlukan upaya mengawal Pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung, tidak terkecuali Mahkamah Konstitusi sendiri, dan lembaga/institusi terkait mampu dan konsisten dalam menjalankan amanah rakyat yang diemban oleh masing-masing.

Untuk itu, kami, para penulis anggota Perkumpulan Penulis Indonesia (SATUPENA), yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia, menyatakan/menuntut hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemerintah, DPR, MA, MK, KPU dan pihak-pihak terkait melaksanakan sebaik-baiknya Putusan MK Nomor 60 dan
  1. Meminta Pemerintah dan lembaga/kementerian terkait, juga jajaran legislatif dan yudikatif untuk menjunjung tinggi, menghayati, mengamalkan dan menjamin dilaksanakannya prinsip-prinsip demokrasi dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
  1. Menghilangkan segala bentuk kebijakan dan tindakan yang menguntungkan kepentingan pribadi/pihak/golongan tertentu yang berdampak buruk bagi rakyat, misalnya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)
  1. Menolak dengan tegas laku politik oligarki otoriter untuk melayani kekuasaan politik dan ekonomi golongan dan kelompok tertentu, yang mematikan proses demokrasi untuk mencapai tujuan keadilan dan kesejahteraan

Demikianlah pernyataan ini kami buat bersama. Jakarta, 27 Agustus 2024

  1. Husnu Abadi
  2. Nasir Tamara
  3. Swary Utami Dewi
  4. Garin Nugroho
  5. Jaya Suprana
  6. Alex Runggeary
  7. Sastri Bakry
  8. Didin Damanhuri
  9. Wahyudi (Wyaz Ibn Sinentang)
  10. Nia Samsihono
  11. Wina Armada
  12. Ilham Bintang
  13. Fakhrunnas MA Jabbar
  14. Reiner Ointoe
  15. Muhammad Subarkah
  16. Achmad Charris Zubair
  17. Hery Sucipto
  18. Anwar Putra Bayu
  19. Didik Rachbini
  20. Anif Punto Utomo
  21. Okky Madasari
  22. Machasin
  23. Dicky Sofjan
  24. Taufik Darusman
  25. Komaruddin Hidayat
  26. Nasihin Masha
  27. Eka Budianta
  28. Nyoto
  29. Manuel Kaisiepo
  30. Asri Hadi
  31. Abustan
  32. Robertus Fahik
  33. Irfan Mohammad
  34. Gunawan Trihantoro
  35. Agung Ridlo
  36. Saibansah Dardani
  1. Akaha Taufan Aminuddin
  2. Frans Maniagasi
  3. Syafrinaldi
  4. Agung Handoko
  5. Paulus Laratmase
  6. Wahjudi Djaja
  7. Hendra Makinen
  8. Ahmadie Thaha
  9. Yanuardi Syukur
  10. Masduki
  11. Mujiati
  12. Rinjani H.
  13. Suwito Laros
  14. Fitrah Yunus
  15. Prijono Tjiptoherijanto
  16. Ikhsan A.R.
  17. Jacyntha Nasution
  18. Kamal Firdaus
  19. Wijayanto Samirin
  20. Syaefuddin Simon
  21. Aramaidi Tanjung
  22. Estugraha Egha
  23. Mi`raj Dodi Kurniawan
  24. Livia Iskandar
  25. Hawasi
  26. Putu Suasta
  27. Meilani
  28. Soenano
  29. Sutirman Eka Ardhana
  30. Hamri Manoppo
  31. Agung Marsudi
  32. Adrian Kiagus
  33. Merawati May
  34. Ahmad Mukhlis Yusuf
  35. Muhammad Karim
  36. Endro Yuwanto
  37. Ahkam Jayadi
  38. Uki Bayu Sedjati
  39. Joko Kuncoro
  40. Enny
  41. Azhar Ahmad Kurniawan
  42. Mohammad Muttaqin Azikin
  43. Hasantoha Adnan
  44. Gunoto Saparie

 

  1. Dwi Rahmad Muhtaman
  2. Anthonius Yanto
  3. Esthi Susanti
  4. Nengah Suardhana
  5. Arahmaiani
  6. Galant Damar Aji
  7. Jose Rizal
  8. Pipit Apriani
  9. Dhea Megatruh
  10. Budhy Munawar Rachman
  11. Khoirottun Nisak
  12. Ilham Sopu
  13. Subhan Saleh
  14. Yudha Kurniawan
  15. Albertus Patty
  16. Hasbollah Toisuta
  17. Selamat Said Sanib
  18. Barmansyah Arief
  19. Rayendra L Toruan
  20. Ray Rayasih
  21. Harry Samputra
  22. Denis L Toruan

102 Indah Wuri

  1. Asrianty Purwantini
  2. Zulkifli Musthan
  3. Rina Mardiana
  4. Abdul Majid
  5. Rudy Rahabeat
  6. Irsyad Mohammad
  7. Akhlis NF
  8. Saul Ering
  9. Isti Nugroho
  10. Edi Martono
  11. Dewi Puspo
  12. Ali Samudra
  13. Yudistira Katoppo
  14. Happy Susanto
  15. Anggun Pradesha
  16. Ade Solihat
  17. Indra Sita Haris
  18. Julia Siswaningsih
  19. Edrida Pulungan
  20. Paulus Januar
  21. Fatkhurohman
  1. Nurfadilla
  2. Hizbullah Arief
  3. Syafuan Rozi
  4. Edi Febri
  5. Budi Utomo
  6. B. Darmawan
  7. Leila Mona Ganiem
  8. Dikdik Sadikin
  9. Yeni Nurhayati
  10. Dyah Tinggeng
  11. Ana Kasmanah
  12. Sari Narulita
  13. Dwi Sutarjantono
  14. Heni Andjani
  15. Pipiet Senja
  16. Jove Manukoa
  17. Ahmad Diddoy Marvelani
  18. Ida Hidayatul Aliyah
  19. Tirta Nursari
  20. Dewi Tri Nugraheni
  21. Kang Wawan
  22. Devy Suryani
  23. Elly Zarnie Lubis
  24. Yurnaldi
  25. Indra Sita Haris
  26. Chaidir
  27. Rita Sri Hastuti
  28. Asro Kamal Rokan
  29. Kasiyanto Yasran
  30. Nur Mutakin
  31. Helianti Hilman
  32. Fransisca Ambar Kristiyani
  33. Warsit R.
  34. Ismunandar
  35. Jaja Fathurrahman
  36. Farhaan Abdullah
  37. Sugiyono
  38. Ahmad Fachrudin
  39. Hendra Gunawan
  40. Elvira Cahyorini
  41. Arrasheed Edwin Hasjim
  42. Welly
  43. Minda Sari
  44. Amidhia

 

  1. Desyana
  2. Ali Surakhman
  3. Saefuddin
  4. Nur Budiyana
  5. Atmami
  6. Agus Salim Rustam
  7. Bambang Setyoko
  8. Nugroho B.M.
  9. Nina Nurmila
  10. Alimatul Qibtiyah
  11. Shafwan Hadi
  12. Masya Firdaus
  13. Erwin Tamoran
  14. Wayan Suyadnya
  15. Hari Untoro Dradjad
  16. Hendardi
  17. Bob Randilawe
  18. Faisal Bakti
  19. Weni Rahayu
  20. Ellyviani Ekaputri
  21. Ika Marviana
  22. Fawzy O’nishi
  23. Zainul Muttaqin
  24. Indra Subiantoro
  25. Khoiruddin
  26. Mulyadi Amalik
  27. Mohammad Saroni
  28. Wiwin A.
  29. Bangkit
  30. Musdah Mulia
  31. Artanti
  32. Nur Hayati
  33. Apink Sunartin
  34. Gemala Hatta
  35. Anshar Saud

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas