Kesaksian Peserta: Alasan Mahasiswa Ikut Retreat Penulisan Satupena
Perserta Retreat Satupena sangat beragam. Beberapa sudah berusia lanjut, mendekati 70 tahun. Ada yang sangat muda, berusia 19 tahun dan masih mahasiswa.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Perserta Retreat Satupena sangat beragam. Beberapa sudah berusia lanjut, mendekati 70 tahun. Ada yang sangat muda, berusia 19 tahun dan masih mahasiswa.
Di bawah in adalah komentar peserta mahasiswa:
*Aisah, mahasiswa Universitas Al-Azhar, Jakarta*
Seorang penulis pemula seperti saya sangat senang lolos seleksi acara Writing Retreat Satupena. Saya senang mendapat kesempatan membangun relasi dengan para penulis hebat dan berkesempatan untuk membuat karya yang akan dibukukan. Terlebih acara ini menarik karena diadakan di Puncak Bogor dengan suasana yang syahdu.
*Zulri Ramadhan*
Mengapa saya ikut Retreat penulisan Satupena? Saya Ikut acara retreat untuk belajar menulis bersama Mba okky. Dengan ikut pelatihan ini memberikan harapan dan semangat awal dalam menulis. Kedepan, bisa berharap bisa menulis berbagai macam buku.
.
*Nurfadillah*
Hal yang ingin saya capai dari mengikuti writing retreat satupena:
1. Ingin fokus dan belajar lebih banyak dari senior² di kumpulan penulis Satupena
2. Mengasah dan mengembangkan skill menulis, jurnalistik,dan media
3. Agar bisa melahirkan karya sendiri/bersama (buku)
4. Mempererat silahturrahmi dengan sesama penulis satupena, saling sharing bertukar pengalaman dan bergembira bersama dalam nuansa traveling
*Tsamrotul Ayu Masruroh, S1 Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang, Sekarang diterima sebagai mahasiswa S2 Kajian Gender Universitas Indonesia.*
Alasan mengikuti kelas menulis:
Pertama, saya ingin mengikuti kelas menulis ini supaya saya bisa menyuarakan apa yang sedang saya perjuangkan bersama kawan-kawan saya di organisasi Front Santri Melawan Kekerasan Seksual (FORMUJERES) yang kami kelola bahwa santri di pesantren belum merdeka dari kekerasan seksual. Banyak kasus kekerasan seksual di pesantren yang sampai saat ini tidak terbongkar dan tidak tertangani. Saya ingin menulis sebagai upaya saya untuk menciptakan ruang aman bebas kekerasan seksual di pesantren.
Kedua, saya ingin merefleksikan kemerdekaan bersama para penulis di Indonesia.
Ketiga, saya ingin menambah jejaring dengan lebih banyak penulis di Indonesia, supaya saya bisa belajar, menambah pengetahuan, dan pengalaman baru.
*Aqmarina Aulia Jami, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.*
Alasan ikut retreat Satupena : Sebagai mahasiswa jurnalistik tentunya pelatihan kepenulisan sangat penting untuk mengasah kemampuan dalam menulis, terlebih lagi yang hadir dalam retreat tersebut bukan hanya mahasiswa melainkan penulis-penulis senior yang sangat profesional dan berpengalaman dalam menulis berita, artikel, opini, dan karya tulis lainnya.