indonews

indonews.id

Perjanjian Indonesia-Kazakhstan Mendorong Arus Investasi

Perjanjian Indonesia-Kazakhstan Mendorong Arus Investasi

Reporter: luska
Redaktur: very

Kazakhstan, INDONEWS.ID - Delegasi Kementerian Investasi/BKPM hadir memfinalisasi Perundingan Bilateral Investment Treaty (BIT) antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Pemerintah Republik Kazakhstan pada tanggal 27 s.d 29 Agustus di Gedung Astana International Financial Center (AIFC) Kompleks Expo Centre, Kota Astana, Kazakhstan. 

Perundingan dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Bilateral Rini Setiani Sutrisno Modouw, didampingi Kepala Biro Hukum Andre Abraham dan 3 (tiga) orang staf dari Kementerian Investasi serta perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kazakhstan.

Delegasi Pemerintah Kazakhstan dipimpin oleh Komisi Investasi Kazakhstan (Kazakhstan Investment Committee) Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, didampingi Kementerian Kehakiman Kazakhstan, Bank Central Kazakhstan, Kementerian Perdagangan Kazakshtan dan Kementrian Pertanian Kazakhstan.

Perundingan ini memfinalisasi draft Kerjasama antara Pemerintah RI dan Pemerintah Kazakhstan terkait Promosi Timbal Balilk dan Perlindungan Investasi (Agreement Between The Government of the Republic of Indonesia and The Government of the Republic of Kazakhstan on Mutual Promotion and Protection of Investments Preamble) yang terdiri dari 45 pasal dan merupakan Perundingan Putaran Ketiga.

Sebelumnya Delegasi Kementrian Investasi / BKPM diterima oleh Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Bapak Dr. Fadjroel Rachman di Kediaman Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan di Astana dan menghadiri welcoming dinner dijamu Komisi Investasi Kemlu Kazakhstan.

Dubes RI untuk Kazakhstan, Dr. Fadjroel Rachman, menegaskan bahwa finalisasi Perjanjian Investasi bilateral kedua negara ini akan menjadi kunci membuka potensi besar arus investasi antar kedua negara. Terlebih Indonesia dan Kazakhstan merupakan Negara ekonomi terbesar di kawasan masing-masing, Kazakhstan di Asia Tengah dan Indonesia di Asia Tenggara.

GDP per kapita Kazakhstan telah mencapai hampir 15 ribu USD di tahun 2024. Kemajuan ekonomi dan potensi Kazakhstan yang besar ini terefleksikan dalam arus investasi Kazakhstan ke Indonesia yang pada bulan Januari s.d. Juni tahun 2024 telah mencapai angka 2 juta USD atau peningkatan lebih dari tiga kali lipat dari angka di tahun 2023 yang berjumlah 627 ribu USD.

"Ada minat investasi menjanjikan dari perusahaan Sergek Kazakshtan dalam bidang Smart Traffic and Mobility, juga dari perusahaan konstruksi terbesar Kazakhstan BI Group untuk investasi di Nusantara yang mudah-mudahan bisa segera terealisasikan. Finalisasi Perjanjian bilateral investasi dan rencana penandatanganannya dalam waktu dekat tentunya bakal menjadi daya dorong yang besar tidak hanya bagi kedua investasi tersebut tapi juga diharapkan banyak lainnya di masa mendatang“, jelas Dubes Fadjroel.

"Upaya strategis KBRI Astana untuk meningkatkan hubungan investasi, perdagangan dan pariwisata, selain menyelesaikan Bilateral Investment Treaty (BIT) juga Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan Free Trade Agreement (FTA) Indonesia-Eurasian Economic Union. Ketiga perjanjian strategis tersebut akan meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia-Kazakhstan secara signifikan, berlipat ganda”, tutup Dubes Fadjroel. 

-

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas