TRC Indonesia Siap Jadi yang Pertama Kritik Kebijakan Pemerintah yang Tak Pro Rakyat
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Mengaku sebagai ormas penyimbang TRC (Tim Reaksi Cepat) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-11 sekaligus merayakan pelantikan Prabowo - Gibran selaku Presiden dan Wakil Presiden periode 2024 - 2029. TRC siap mendukung dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat.
Acara tersebut di gelar di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, puluhan anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TRC mengadiri perayaan tersebut, termasuk Ketua Dewan Pembina Harun Prayitno SE, Ak., M.Si, Ketua Umum H. Nursamsu, Sekjen Rubiansyah SH, dan para petinggi TRC lainnya.
Sekjen TRC mengatakan, organisasi ini memang relawan Prabowo sejak 2014, kami memang bekerja senyap jarang disorot publik. Hal itu dikarenakan perintah dari Dewan Pembina yang meminta kami bekerja tanpa diketahui orang banyak.
"Sebagai relawan Prabowo, kami yang akan pertama kali mengkritisi kebijakan pemerintah pusat bila tak berpihak pada rakyat. Kami juga yang pertama yang mendukung program pemerintah yang tepat sasaran", ujarnya.
Sementara Ketum TRC menambahkan, sejak 2014 kami organisasi ini sudah mendukung Prabowo, kami selalu mendapat tugas di zona merah bukan di wilayah yang mudah. Diakui, saat di zona itu, masyarakat di sana menolak kehadiran TRC karena bersebrangan dukungan, bahkan saat melapor ke pihak kepolisian mereka pun ditolak karena memang tak mengantongi ijin.
"Tapi saat ini kami bersyukur dan bangga bahwa Prabowo akhirnya dilantik sebagai Presiden. Kami terharu saat melihat Prabowo dilantik, dan bangga saat masyarakat mengiringi Prabowo hingga istana", ungkapnya.
Sedangkan menurut Harun Prayitno, tasyukuran ini membuktikan bahwa TRC tetap mendukung Prabowo, TRC akan mengawal semua program unggulan Prabowo untuk menuju Indonesia Emas 2035, dan siap mendukung revolusi putih Prabowo.
Menutup pembicaraanya Harun mengatakan, TRC siap berkolaborasi dengan para mitra demi mendukung kebijakan pemerintah. Kehadiran kami memang nyaria tak tetdengar namun kami terus bekerja dan mendukung kepemimpinan Prabowo-Gibran hingga akhir jabatan.