Kapal Perang AS USS Higgins Terbakar dekat Perairan Indonesia, Sistem Listrik Lumpuh
Sebuah kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Higgins (DDG-76), dilaporkan mengalami kebakaran pada awal pekan ini. Insiden tersebut menyebabkan gangguan serius pada sistem utama kapal, termasuk terputusnya aliran listrik dan sistem propulsi.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Sebuah kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Higgins (DDG-76), dilaporkan mengalami kebakaran pada awal pekan ini. Insiden tersebut menyebabkan gangguan serius pada sistem utama kapal, termasuk terputusnya aliran listrik dan sistem propulsi.
Menurut laporan media Amerika Serikat yang mengutip pejabat terkait, kebakaran itu memicu kerusakan pada sistem vital kapal. Seorang pejabat yang berbicara kepada CBS News secara anonim menyebutkan bahwa gangguan tersebut berdampak langsung pada operasional kapal. Hingga Rabu, belum ada laporan korban luka di kalangan awak.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Otoritas juga belum mengungkap secara rinci bagian kapal yang terdampak maupun lokasi pasti kejadian. Namun, berdasarkan data Sistem Identifikasi Otomatis Maritim, USS Higgins diketahui tengah berlabuh di Singapura sejak Februari lalu.
USS Higgins merupakan kapal perusak kelas Arleigh Burke yang menjadi bagian penting dari kehadiran militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Kapal ini dilengkapi berbagai sistem tempur canggih, termasuk peluncur vertikal (VLS) yang mampu membawa rudal jelajah Tomahawk, rudal pertahanan udara Standard Missile, hingga rudal anti-kapal selam. Selain itu, kapal ini juga dipersenjatai meriam 127 mm, sistem Phalanx CIWS, torpedo, serta didukung helikopter MH-60R Seahawk.
Dalam rekam jejak operasionalnya, USS Higgins pernah terlibat dalam berbagai misi strategis, termasuk patroli kebebasan navigasi di Laut China Selatan serta operasi militer di Timur Tengah, seperti serangan rudal ke Suriah pada 2018.
Insiden ini menambah perhatian terhadap kesiapan operasional armada AS di kawasan strategis Indo-Pasifik. Hingga kini, Angkatan Laut AS belum memberikan keterangan resmi terkait dampak kebakaran terhadap kemampuan tempur kapal tersebut.
Peran Strategis Singapura
Kehadiran USS Higgins di Singapura dinilai bukan tanpa alasan. Negara kota itu telah lama menjadi titik logistik penting bagi operasi militer AS di Asia Tenggara. Melalui kerja sama bilateral, Singapura menyediakan akses bagi kapal dan pesawat militer AS untuk melakukan kunjungan pelabuhan, pengisian logistik, hingga rotasi penempatan.
Fasilitas seperti Changi Naval Base mampu menampung kapal perang besar, termasuk kapal induk dan kapal perusak. Letak geografis Singapura yang berada di jalur vital Selat Malaka menjadikannya salah satu titik strategis dalam jalur perdagangan global.
Bagi Amerika Serikat, keberadaan di Singapura memungkinkan proyeksi kekuatan yang fleksibel tanpa harus membangun pangkalan permanen dalam skala besar. Pendekatan ini sejalan dengan strategi penempatan maju (forward deployment) untuk menjaga kehadiran militer di kawasan Indo-Pasifik.
Ujian Kesiapan di Tengah Rivalitas Kawasan
Insiden kebakaran USS Higgins terjadi di tengah meningkatnya rivalitas strategis di Indo-Pasifik, khususnya terkait ketegangan di Laut China Selatan. Sebagai bagian dari armada Pasifik, kapal ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas maritim dan mendukung strategi kehadiran militer AS di kawasan.
Gangguan pada sistem listrik dan propulsi berpotensi memengaruhi kesiapan operasional kapal, meskipun dampak pastinya belum diungkap. Dalam konteks militer modern, keandalan sistem menjadi faktor krusial, terutama bagi kapal yang berfungsi dalam sistem pertahanan berlapis terhadap ancaman udara maupun rudal.
Meski satu insiden tidak serta-merta mengubah keseimbangan kekuatan, peristiwa ini tetap menjadi sorotan di tengah dinamika geopolitik yang sensitif. Bagi Amerika Serikat, menjaga kesiapan armada merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kredibilitas kekuatan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.