Usai Bicara Empat Mata dengan Hansi Flick, Yamal Ukir Rekor Pencetak Gol Termuda El Clasico
Penyerang sayap Barcelona Lamine Yamal bermain gemilang saat bentrok dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Penyerang sayap Barcelona Lamine Yamal bermain gemilang saat bentrok dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Minggu dini hari WIB.
Pada pertandingan La Liga bertajuk El Clasico tersebut Barcelona mampu menumbangkan El Real di kandang mereka dengan skor telak 0-4.
Dari 4 gol itu, dua gol dicetak Lewandowski, 1 gol milik Raphinha dan 1 gol dicetak Lamine Yamal.
Satu gol yang dicetak Yamal sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol El Clasico dengan usia termuda, 17 tahun 105 hari.
Berdasarkan laman resmi Barcelona yang dikutip Minggu, Lamine berhasil memecahkan rekor milik rekannya di Barcelona.
Yaitu Ansu Fati yang mencetak gol di El Clasico Liga Spanyol saat berusia 17 tahun 359 hari pada Oktober 2020.
Hanya, catatan miringnya, saat Ansu Fati mencetak gol, Barcelona yang bermain kandang di Stadion Camp Nou menderita kekalahan 1-3 dari Real Madrid.
Sementara Lamine Yamal sukses membawa Barcelona menundukkan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, dengan skor 4-0 juga.
Sejauh ini, Lamine Yamal sudah empat kali berlaga di El Clasico bersama Barcelona dan baru kali menyumbang gol perdananya sekaligus memecahkan rekor Ansu Fati.
Catatan rekor itu tidak lepas dari peran sentuhan hati pelatih Hans-Dieter "Hansi" Flick dalam membangkitkan sangat Lamine saat lawan Madrid.
Diberitakan sebelumnya, pelatih Hansi Flick dan Yamal bertemu empat mata di sela-sela latihan fisik.
Hansi Flick melihat ada masalah dalam diri Yamal karena beberapa laga terakhir bocah 17 tahun itu absen mencetak gol.
Pada laga melawan Bayern Muenchen, misalnya, Yamal gagal mencetak gol, Raphinha hattrick, 1 gol Lewandowski.
Atas dasar itu, pelatih berpengalaman asal Jerman tersebut berbicara dari hati ke hati dengan Yamal.
Tentu saja isi percakapan adalah memotivasi pemain belia itu agar beran mencetak gol. Dan cara Hani Flick mendekati Yamal ternyata manjur.
Sumbang satu gol dari kakinya membawa klub berjuluk Blaugrana itu masih memimpin klasemen sementara La Liga 2024/2025 dengan koleksi 30 poin dari 11 pertandingan.
Ini jarak yang cukup jauh karena Real Madrid menguntit di posisi kedua dengan 24 poin dari 11 laga.
Terkait performa timnya ketika melawan Real Madrid pada Minggu dini hari WIB, pelatih Barcelona itu melayangkan pujian untuk semua pemain.
Flick menyebut para pemainnya memberikan kemampuan maksimal di lapangan dan itu terlihat dari statistik pertandingan.
"Saya bangga dengan tim ini. Setiap pemain mengikuti rencana yang kami buat dan memberikan 100 persen" pujinya.
Dia banga karena skuad yang diasuhnya sangat solid di lini belakang sehingga tak mudah dibobol Mbappe cs.
"Kami mengetahui bagaimana bertahan dengan baik dan tetap melakukan strategi meski Madrid tidak memberikan kami banyak ruang," tandanya.
"Di babak kedua, kami lebih mengendalikan permainan. Tim melakukan pekerjaan yang luar biasa," tuturnya.