Tinjau Rusun Pasar Rumput, Mendagri Apresiasi Langkah KemenPKP
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyempatkan diri ikut meninjau Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput Kelurahan Pasar Manggis, Setya Budi, Jakarta Selatan, Minggu.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyempatkan diri ikut meninjau Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput Kelurahan Pasar Manggis, Setya Budi, Jakarta Selatan, Minggu.
Mendagri datang bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (MenPKP) Maruarar Sirait (Ara). Menteri Tito mengapresiasi sekaligus mendukung langkah cepat MenPKP Ara untuk memprioritaskan masyarakat kecil di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput.
Apresiasi itu disampaikan Tito saat bersama Menteri Ara meninjau langsung Rusun Pasar Rumput, Kelurahan Pasar Manggis, Setya Budi, Jakarta Selatan, Minggu.
Dia menilai persoalan Rusun Pasar Rumput lebih pada soal belum maksimalnya pemanfaatan rusun tersebut. Karena itu perlu dilakukan langkah percepatan. Sebab, perumahan hal krusial yang dibutuhkan masyarakat.
“Jadi mudah-mudahan dengan kecepatan Pak Ara ini kami Kemendagri 1.000 persen akan mendukung untuk teman-teman seluruh daerah kita semua juga akan bergerak,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Lebih lanjut, Tito mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan agar program pemerintah mengutamakan masyarakat kecil.
"Karena itu, pemanfaatan Rusun Pasar Rumput juga diarahkan agar mengutamakan masyarakat berpenghasilan rendah. Jangan sampai tidak tepat sasaran, jatuh ke tangan yang sebetulnya penghasilannya jauh tinggi dan kemudian dia sewakan ke yang lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan agar pemanfaatan Rusun Pasar Rumput diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dirinya meminta agar biaya sewa rusun dapat diturunkan dari semula Rp3,5 juta menjadi angka yang paling rendah Rp1.250.000.
“Karena tidak mungkin rakyat kecil bisa sewa Rp3,5 juta sebulan, berarti tidak tepat sasaran kita untuk menolong rakyat kecil,” tambahnya.
Selain itu, berdasarkan hasil diskusi dengan Tito, dia menuturkan ada sejumlah kelompok yang perlu diutamakan menghuni rusun tersebut.
Mereka di antaranya guru, aparatur sipil negara (ASN), dan anggota TNI/Polri yang berpenghasilan rendah.
"Kemudian, rusun tersebut juga agar dimanfaatkan oleh masyarakat milenial yang bekerja di sekitar rusun dengan harga yang menyesuaikan penghasilan mereka," ujarnya.