indonews

indonews.id

Dari Kancah Konflik Timur Tengah, Mengapa Israel memiliki Pertahanan Udara yang Kuat

Dari Kancah Konflik Timur Tengah, Mengapa Israel memiliki Pertahanan Udara yang Kuat

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Penulis : Chappy Hakim – Pusat Studi Air Power Indonesia

Pendahuluan
    Sudah sejak lama Israel dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki sistem pertahanan udara (sishanud) yang kuat dan canggih.   Pagelaran sishanud Israel yang kuat dan canggih ini bermula dari pemahaman David Ben Gurion, pendiri  sekaligus pejabat Perdana Menteri pertama negara Israel pada tahun 1948.   David Ben Gurion berpendapat bahwa sebagai negara yang kecil berada ditengah banyak negara disekililingnya Israel harus memiliki sistem keamanan nasional dan pertahanan negara yang kuat.   David Ben Gurion berpendapat bahwa Standard Hidup yang Layak dan kemerdakaan dalam kehidupan spiritual, budaya, ekonomi dan politik sangat tidak mungkin tanpa Full of Aerial Control atau menguasai penuh wilayah udara teritori negara.  Berangkat dari pemahaman itulah maka Israel sejak awal berdiri sudah membangun sishanud yang kuat dan mengembangkan kekuatan Angkatan Udara nya dengan merujuk kepada sistem yang total dan mengaplikasikan teknologi militer mutakhir yang tangguh.   Disinilah Israel kemudian memenuhinya dengan landasan pembentukan institusi Think Tank Kemanan Nasional yang berjalan beriringan dengan mekanisme kegiatan Research & Development, penelitian dan pengembangan.
Konvensi Chicago dan Konvensi Paris 
    Pemahaman tentang penguasaan penuh terhadap kawasan udara wilayah teritori negara David Ben Gurion adalah sejalan dengan Konvensi Chicago 1944 yang menjelaskan bahwa kedaulatan negara di udara adalah komplit atau penuh dan eksklusif.   Artinya , bahwa dalam wilayah udara sebuah negara sama sekali tidak ada ruang yang dapat atau boleh digunakan negara lain tanpa ijin.   Konvensi Chicago 1944 tersebut merupakan penegasan dari apa yang telah disepakati dan dicantumkan dalam Konvensi Paris 1919 tentang kedaulatan negara di udara.  Kedaulatan negara di udara yang komplit dan eksklusif.  Kedua konvensi tersebut merupakan kesepakatan negara negara di dunia terutama negara negara yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam perang dunia pertama tahun 1914 – 1918 dan perang dunia ke dua tahun 1939 – 1945.  Semua negara peserta konvensi sepakat bahwa wilayah udara teritori negara tidak boleh digunakan negara lain tanpa ijin.   Pengalaman perang dunia pertama dan perang dunia ke dua menunjukkan wilayah udara teritori sebuah negara merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap ancaman keamanan dan pertahanan nasional.  Itu sebab utama dari mengapa wilayah udara diatas teritori sebuah negara harus sepenuhnya berada dibawah pengelolaan penuh dari sebuah kekuasaan negara.   Negara berdaulat di udara dalam arti leluasa melaksanakan Control of The Air, Use of Airspace dan Law Enforcement.   Melaksanakan pengawasan wilayah, memanfaatkan ruang udara dan menegakkan hukum di udara.   Pemahaman yang telah digaris bawahi oleh pendiri negara Israel David Ben Gurion

Doktrin Begin
    Menachem Begin Perdana Menteri Israel yang menjabat sejak tahun 1977 sampai dengan 1983 tidak saja dikenal sebagai pemenang hadiah nobel perdamaian, akan tetapi juga terkenal sebagai pemimpin Israel yang memiliki pemikiran mendalam tentang Keamanan Nasional Israel yang kemudian populer dengan sebutan Doktrin Begin.   Doktrin Begin menyebutkan bahwa tidak ada satu negarapun di kawasan Timur Tengah yang boleh mengembangkan sistem senjata Nuklir.   Pengembangan sistem senjata nuklir di kawasan Timur Tengah dianggap sebagai ancaman serius terhadap perdamaian di Timur Tengah,  khususnya bagi keamanan nasional Israel.
    Implementasi dari Doktrin Begin adalah sebuah operasi udara spektakuler yang di demonstrasikan oleh unit satuan udara IAF – Israeli Air Force dalam Operasi Babylon tanggal 7 Juni 1981.   Operasi ini berhasil dengan sukses menghancurleburkan reactor nuklir Irak di Osirak.  Ketika itu IAF menggunakan dua jenis pesawat tempur yaitu canggih F-15 dan F-16 terbang low level flight menerobos wilayah udara kedaulatan Yordania dan Arab Saudi tanpa ijin.  Lebih kurang sekitar waktu maghrib reactor nuklir Irak di Osirak luluh lantak di serang unit tempur IAF yang hanya memerlukan waktu 2 menit saja di atas Osirak dan kemuidan kabur kembali dengan selamat ke homebase, pangkalan induk  IAF.   Serangan udara spektakuler, sebagai sebuah operasi udara paling canggih sepanjang sejarah di abadikan dalam sebuah buku berjudul  “Two Minutes Over Baghdad”.   Sebuah buku nyaris berujud dokumentasi detil dari pelaksanaan  operasi udara yang di tulis oleh Amos Pearlmutter, Michael Handle dan UriBar Joseph. Buku ini dikenal sebagai buku yang menguraikan The true story of the Daring Destruction of the Iraqi Nuclear Plant..   Menachem Begin mengimplementasikan doktrinnya secara konsisten pada senja hari tanggal 7 Juni tahun 1981.  Doktrin yang merupakan penegasan terhadap pemahaman Ben Gurion bahwasanya Israel harus mampu untuk  melakukan Full of Aerial Control demi   Standard Hidup yang Layak dan kemerdekaan dalam kehidupan spiritual, budaya, ekonomi dan politik.
    Demikianlah, hingga sekarang ini dalam kancah konflik di Timur Tengah masyarakat dunia menyaksikan betapa sebuah negara kecil bernama Israel sanggup bertahan dalam menghadapi hakikat potensi ancaman dari negara negara di sekelilingnya.   Setidaknya kita dapat dengan mudah memetik pelajaran dari itu semua bahwa wilayah udara diatas tertori sebuah negara sangat menentukan eksistensi dan martabat serta kehormatan sebagai sebuah bangsa.   Wilayah udara diatas teritori sebuah negara dengan alasan apapun tidak boleh didelegasikan pengelolaannya kepada negara lain.   Hanya bersikap seperti itu harkat dan martabat sebuah bangsa dapat terjaga kehormatannya.   Itulah gambaran umum, walau hanya sekilas   yang dapat menjawab dengan loud and clear tentang Mengapa Israel Memiliki SIstem Pertahanan Udara yang Kuat.

Jakarta 30 Oktober 2024

Tags:
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas