Gelar Kunjungan Perdana, Menteri UMKM Siap Back Up PNM Dorong Nasabah Ultramikro Naik Kelas
Menteri Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menggelar kunjungan perdana Kantor Pusat PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2024).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONESW.ID - Menteri Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menggelar kunjungan perdana Kantor Pusat PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2024).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman ditemani oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza dan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi berserta jajaran direksi.
"Ini kunjungan pertama saya pasca saya sebagai Menteri UMKM ke salah satu mitra counter part dari kementerian UMKM yaitu PNM," kata Maman ditemui awak media di Menara PNM, Jumat (8/11/24).
Saat ini, Maman menyampaikan, PNM melalui unit program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera(Mekaar) memiliki sekitar 15 juta nasabah, yang mayoritas adalah ibu-ibu pelaku usaha ultra mikro yang tersebar di seluruh Indonesia
Kunjungan ini, Maman menegaskan, menandai komitmen Kementerian UMKM untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi rakyat kecil, khususnya usaha ultra mikro di Indonesia.
"Jadi dari 15 juta (nasabah PNM di seluruh Indonesia) itu, kita nggak usah bicara banyak-banyak sampai berapa puluh persen, kalau kita bisa kerja dari 5 sampai 10 persen aja dari total itu naik kelas dari ultramikro menuju mikro, dan mereka bisa kita dorong lagi naik sampai ke yang kecil, saya yakin ini sudah menjadi sebuah prestasi kita bareng-bareng," kata Maman.
Maman menilai, target tersebut diyakininya bisa tercapai karena sistem yang dibangun oleh PNM sudah baik. Hanya saja, perlu diperkuat lagi dengan dukungan oleh pemerintah.
"Dan ini juga arahan dari Pak Presiden, beliau sangat konsen sekali terhadap ekonomi kerakyatan. Jadi insyaallah nanti akan kita buat formatnya bareng-bareng," ucapnya.
Saat disinggung mengenai program kerja, Maman mengungkapkan, saat ini kementeriannya masih fokus mengenai proses transisi pemisahan institusi dengan Kementerian Koperasi. Hal itu agar mempermudah fokus dalam bekerja.
"Nanti kita akan petakan betul-betul, apa-apa aja sih, kriteria, syarat-syarat, ataupun ruang-ruang dan cara-cara untuk membuat mereka tumbuh, nah kita akan mendorong ke situ. Saya pikir itu," ujarnya.
Meski demikian, Maman memastikan program yang sudah berjalan pada pemerintahan sebelumnya akan terus dilanjutkan dan disempurnakan. Salah satunya, mengenai akses permodalan terhadap UMKM.
“Kami ingin memastikan keberlanjutan dari apa yang telah dibangun oleh pemerintahan sebelumnya, sekaligus menyempurnakan aspek yang masih perlu diperbaiki. Program ini akan terus kami dukung agar dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat kecil,” pungkas Maman.