PT Pacific Blue Marlin sepakati kerja sama dengan mitra RRT untuk pembangunan kawasan industri perikanan
PT Pacific Blue Marlin sepakati kerja sama dengan mitra RRT untuk pembangunan kawasan industri perikanan
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Beijing, INDONEWS.ID – Bertempat di KBRI Beijing, PT Pacific Blue Marlin, Zhuhai Hongwan Fisheries Co., Ltd., dan Zhuhai Gree Group Co., Ltd. telah lakukan penandatangan MoU untuk kerja sama pengelolaan perikanan dan pembangunan kawasan industri perikanan komprehensif di Indonesia Timur.
“Saya menyambut baik rencana kerja sama ini dan berharap agar segera diimplementasikan untuk mengembangkan industri perikanan Indonesia”, demikian disampaikan Dubes RI Beijing yang turut menyaksikan penandatanganan.
Sebelumnya ketiga perusahaan juga telah memaparkan rencana investasi di depan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani dalam kunjungannya di Beijing. “Perikanan merupakan elemen penting dari ketahanan pangan, yang menjadi perhatian pemerintah saat ini.”, demikian disampaikan Menteri Rosan Roeslani.
Melalui rencana investasi senilai USD 460 juta, Zhuhai Hongwan Fisheries Co., Ltd., didukung pendanaan dari Zhuhai Gree Group Co., Ltd, akan membangun kawasan pengolahan ikan, cold storage, pengadaan kapal dan peralatan, trading platform, pelatihan bagi kru dan teknisi perkapalan, guna memperkuat rantai pasok secara keseluruhan.
Zhuhai Hongwan Fisheries Co., Ltd. merupakan gabungan dari empat perusahaan perikanan besar di propinsi Guangdong. Perusahaan juga mengelola Zhuhai Hongwan Central Fishing Port, dengan kapasitas bongkar muat 80.000 ton per tahun. Sementara Zhuhai Gree Group merupakan badan usaha milik pemerintah daerah di Zhuhai.
PT Pacific Blue Marlin sendiri bergerak di bidang pengolahan ikan dan ekspor produk laut. Sebelumnya perusahaan telah memiliki sejumah fasilitas di Bitung, Biak, dan Sorong.
Investasi RRT di bidang perikanan diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia serta memperkuat posisi produk ikan Indonesia di rantai pasok kawasan. Berdasar data GACC tahun 2023, produk perikanan merupakan komoditas ekspor Indonesia ke RRT terbesar ke 11, dengan nilai sekitar USD 855 juta.