indonews

indonews.id

Usai Insiden Jeju Air, Pemerintah Korsel Inspeksi Semua Pesawat Boeing 737-800

Semua pesawat jenis Boeing 737-800 yang dioperasikan di seluruh negeri akan diinspeksi. Langkah ini dilakukan Pemerintah Korea Selatan usai kecelakaan fatal Jeju Air merenggut 179 nyawa.

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in  Usai Insiden Jeju Air, Pemerintah Korsel Inspeksi Semua Pesawat Boeing 737-800
Semua pesawat jenis Boeing 737-800 yang dioperasikan di seluruh negeri akan diinspeksi. Langkah ini dilakukan Pemerintah Korea Selatan usai kecelakaan fatal Jeju Air merenggut 179 nyawa. Foto ist

 

Jakarta, INDONEWS.ID-Semua pesawat jenis Boeing 737-800 yang dioperasikan di seluruh negeri akan diinspeksi. Langkah ini dilakukan Pemerintah Korea Selatan usai kecelakaan fatal Jeju Air merenggut 179 nyawa.

Dilansir dari Yonhap, pejabat Kementerian Transportasi Korsel pada Senin (30/12) menyatakan pemerintah bakal melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua armada model tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh maskapai penerbangan telah mengikuti aturan dengan benar.

Pejabat itu mengatakan inspeksi akan meliputi pemeriksaan terhadap tingkat pemanfaatan pesawat, pemeriksaan penerbangan, hingga penelusuran terhadap catatan pemeliharaan pesawat.

Boeing 737-800 dioperasikan secara luas oleh maskapai bertarif rendah (LCC) di Korea Selatan. Jeju Air, yang juga merupakan LCC, mengoperasikan paling banyak model ini, yakni sebanyak 39 pesawat.

Maskapai LCC lain yang mengoperasikan Boeing 737-800 ada T`way Air dengan 27 pesawat, Jin Air dengan 19 pesawat, Eastar Jet dengan 10 pesawat, dan Air Incheon dengan dua pesawat.

Korean Air, maskapai penerbangan terbesar di Negeri Ginseng, turut mengoperasikan model tersebut, meskipun hanya dua unit.

Sehari setelah tragedi maut Jeju Air pada Minggu (29/12), maskapai kembali menerbangkan model yang sama untuk penerbangan dari Bandara Internasional Gimpo.

Namun, pesawat berakhir putar balik ke bandara keberangkatan karena mengalami masalah pada roda pendaratan atau landing gear. Masalah serupa terjadi dalam insiden hari Minggu.

Kementerian Transportasi pun mengirim inspektur keselamatan ke Jeju Air guna menyelidiki kasus terbaru itu.

Sementara itu, 174 jasad dari 179 korban jiwa kecelakaan pesawat Jeju Air telah berhasil diidentifikasi untuk sementara ini.

Melalui taklimat kepada keluarga korban di Bandara Internasional Muan, yang terletak 288 kilometer di selatan Seoul, pejabat Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Transportasi menyatakan masih memeriksa identitas lima korban lainnya.

"Dari 32 orang yang gagal diidentifikasi melalui sidik jari, kami berhasil mengidentifikasi 17 di antaranya lewat tes DNA tahap pertama, dan 10 lagi teridentifikasi melalui tes DNA tahap kedua," kata kementerian tersebut.

"Kami masih memastikan identitas lima korban lainnya karena ada inkonsistensi pada DNA mereka."

Empat dari jenazah-jenazah yang teridentifikasi tersebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing, dan prosesi pemakaman telah dimulai di kampung halaman masing-masing korban.

Diketahui, pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan pada Minggu (29/12). Pesawat tersebut mendarat tanpa roda dan gagal berhenti sehingga menabrak pagar pembatas bandara.

Kecelakaan tersebut telah menewaskan 179 dari total 181 penumpang dan awak yang berada di pesawat naas tersebut.

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas