Hasil Piala Super Inter vs Milan: Comeback Fantastis Rossoneri Gagalkan Ambisi Inzaghi
Perebutan trofi Piala Super Italia atau Supercoppa Italiana 2024 yang melibatkan dua klub sekota, Inter Milan versus AC Milan berlangsung dramatis.
Perebutan trofi Piala Super Italia atau Supercoppa Italiana 2024 yang melibatkan dua klub sekota, Inter Milan versus AC Milan berlangsung dramatis.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Perebutan trofi Piala Super Italia atau Supercoppa Italiana 2024 yang melibatkan dua klub sekota, Inter Milan versus AC Milan berlangsung dramatis.
Final yang digelar di Al Awwal Park, Riyadh, Selasa (7/1/2025) dini hari WIB itu berakhir dengan comeback fantastis AC Milan hingga menutup laga dengan skor 2-3.
Kemenangan ini lantas memuliakan pelatih anyar Sergio Conceicao yang telah dua kali berturut-turut menang lewat comeback fantastis.
Sebelumnya AC Milan hentikan perlawanan Juventus di semifinal, juga dengan kemenangan comeback fantastis racikan khas Conceicao.
Juru taktik Sergio Conceicao sekaligus menghentikan ambisi pelatih Inter Milan, Inzaghi dalam perburuan trofi Piala Super Italia.
Laga berlangsung panas sejak menit awal. Baik Inter maupun Milan sama-sama tampil dengan skema serangan terbuka dan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, hingga waktu memasuki paruh akhir belum ada gol yang tercipta dari kedua pasukan. Inter baru berhasil membuka keunggulan di akhir babak pertama, tepatnya di menit pertama masa injury time.
Gol Inter Milan tercipta lewat aksi Lautaro Martinez usai menerima umpan dari Taremi. Skor 1-0 ini pun sekaligus menutup babak pertama.
Masuk babak kedua, kedua rival sekota kembali saling serang. Tertinggal 1-0, AC Milan berupaya memburu gol penyama.
Alih-alih membalas gol Inter, Milan malah kebobolan gawangnya di menit 47. Inter sukses menggandakan keunggulan lewat aksi Taremi.
Gol terjadi karena kurang cermat penggawa Milan menjebak pergerakan cepat Taremi. Tandem Lautaro itu lolos dari jebakan offside hingga leluasa melesakkan gol.
Tertinggal 2 gol, tidak membuat Rossoneri -julukan AC Milan- patah arangmemburu menang.
Hasil kerja keras, Rossoneri sukses memperkecil ketinggalan di menit ke-52, melalui tendangan bebas cantik yang dieksekusi Theo Hernandez. Bola sepakannya tak mampu dibendung Yann Sommer.
Gol yang menipis utang ini mampu memompa mental pemain Milan. Usaha keras kembali berbuah gol kedua di menit ke-80.
Gol berawal dari crossing Theo, Pulisic mengontrol bola sebelum melepas tembakan menjadi gol.
Skor 2-2 membuat pertandingan semakin terbuka. Comeback Milan mulai fantastis. Lantas di waktu injury time, Milan menunjukkan terangnya.
Sontekan jarak dekat Abraham saat meneruskan assist Rafael Leao membuat skor 2-3 untuk kemenangan Milan.
Inter hanya bisa mengurut dada saat pluit panjang dibunyikan, tanda laga susah selesai. Lautaro cs tertunduk lunglai karena gagal angkat trofi.
Pada saat yang sama Milan bersukacita, lumrahnya aksi para pemenang. Merah-Hitam, wana bendera Milan, berkibar di tribun.
Susunan Pemain
Inter: Sommer; Bisseck, De Vrij (Darmian 84`), Bastoni; Dumfries, Barella (Frattesi 84`), Calhanoglu (Asllani 35`), Mkhitaryan (Zielinski 65`), Dimarco (Augusto 66`); Taremi, Martinez.
Pelatih: Inzaghi.
Milan: Maignan; Emerson (Calabria 87`), Tomori, Thiaw, Hernandez; Musah (Abraham 77`), Fofana, Reijnders (Loftus-Cheek 77`); Pulisic, Morata, Jimenez (Leao 50`).
Pelatih: Sergio Conceicao
.