Semen Padang vs Persita 2-0: Kabau Sirah Ngamuk, Keluar dari Zona Degradasi Diiringi Kartu Merah
Duel sengit Semen Padang versus Persita Tangerang, lanjutan BRI Liga d pekan ke-23 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Jumat (14/2/2025) berakhir dengan kemenangan tuan rumah dengan skor telak 2 gol tanpa balas.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID-Duel sengit Semen Padang versus Persita Tangerang, lanjutan BRI Liga d pekan ke-23 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Jumat (14/2/2025) berakhir dengan kemenangan tuan rumah dengan skor telak 2 gol tanpa balas.
Dengan kemenangan ini, klub berjuluk Kabau Sirah itu keluar dari zona merah atau degradasi dan langsung naik ke peringkat 15, dari sebelumnya peringkat 17 klasemen BRI Liga 1.
Menariknya, wasit menambah waktu pertandingan selama 12 menit atau 90+12. Dalam kurun waktu 12 menit itu, ada dua peristiwa penting bagi Kabau Sirah itu gol kedua dan kartu merah.
Gol kedua Semen Padang dicetak Stewart pada menit 90+6 dan kartu merah diperoleh Majefat pada menit 90+10. Kedua pemain ini merupakan pemain pengganti.
Bagi Kabau Sirah, kemenangan ini tidak hanya membawanya keluar dari zona degradasi, namun sekaligus mengakhiri tren buruk laga kandang. Sebelumnya, mereka tidak pernah menang dalam Sembilan laga kandang.
Kemenangan ini juga mengakhiri tren buruk selalu kebobolan dalam lima laga terakhir. Maka duel kali ini, Kabau Sirah benar-benar ngamuk meskipun harus diiringi kartu merah.
Semen Padang membuka laga dengan semangat menang dengan langsung menggebrak pertahanan lawan. Hasilnya, merdeka unggul duluan di menit ke-10.
Rosad Setiawan mencetak gol lewat tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Tembakannya masuk ke kanan gawang tanpa bisa dibendung kiper Persita Igor Rodriguez.
Setelah skor 1-0, pertarungan berlangsung ketat. Tak lama kemudian, tuan rumah hampir manambah keunggulan lewat Filipe Chaby yang melesatkan tendangan keras dari area pertahanan Semen Padang.
Sayang sekali, bola hasil sepakan Filipe Chaby melambung di atas mistar gawang. Menit ke-27, lagi-lagi Chaby mendapat peluang lewat tendangan bebas. Namun, bola melambung tinggi.
Pada menit ke-32, Bruno Gomes hampir menambah keunggulan Semen Padang saat dia berdiri bebas di depan gawang Persita. Gomes mendapat umpan dari Filipe Chaby.
Sayang sekali umpan Gomes terlalu tinggi hingga bola meleset tipis di atas kepala Bruno Gomes. Pada menit ke-39, wasit tiba-tiba menghentikan laga memberikan kode ke ruang VAR.
Di ruang VAR dia mengonfirmasi indikasi pelanggaran yang dibuat Dodi Alekvan Djin terhadap Majok di kotak terlarang Semen Padang.
Selain itu, wasit juga mengecek indikasi hand ball yang dibuat Majok. Namun, wasit memutuskan memberi hadiah penalti bagi Persita Tangerang.
Rentetan hukuman penalti ini yaitu kartu kuning bagi Eduardo Almeida karena melakukan protes keras terhadap wasit.
Beruntung bagi Kabau Sirah, Javlon Guseynov yang ditunjuk jadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Sepakannya dapat diantisipasi dan berhasil ditepis kiper Arthur Silva. Ini terjadi pada menit ke-45 dan hingga babak pertama selesai, tuan rumah masih unggul 1-0.
Kembali dari ruang ganti dua pasukan saling jual beli serangan memburu gol. Persita memburu gol penyama kedudukan namun selalu gagal.
Di masa injury time, tim tuan rumah malah sukses menggandakan kedudukan pada menit 90+6. Cornelius Steward sukses menceploskan bola ke gawang Persita dan mengubah skor jadi 2-0.
Setelah gol kedua, wasit belum menghentikan pertandingan. Pada menit 90+10, tuan rumah kembali dirugikan dengan kartu merah yang diterima Majefat.
Dia harus keluar lebih dulu meninggal lapangan. Laga masih berlanjut hingga menit 90+12. Tidak ada gol tambahan. Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan.