Tepat di Hari Ulang Tahun, Jus Soema di Pradja, Sang Jurnalis Tiga Zaman Dihadiahkan Buku
Bertepatan di hari tersebut, Jus dihadiahkan kado terindah yaitu sebuah buku yang berjudul, “Jus Soema di Praja: Sang Jurnalis Pembakar Semangat”, yang ditulis oleh wartawan dan entrepreneur media yaitu Aendra Medita.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID – Selang beberapa hari setelah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) – yang diperingati pada 9 Februari - tepatnya pada tanggal 14 Februari, seorang tokoh pers tiga zaman dengan prinsip kebebasan pers yang kuat, merayakan hari ulang tahun ke-78.
Dialah Jus Soema di Pradja, seorang jurnalis senior Indonesia, yang dikenal karena idealisme dan prinsipnya dalam memperjuangkan kebebasan pers.
Bertepatan di hari tersebut, Jus dihadiahkan kado terindah yaitu sebuah buku yang berjudul, “Jus Soema di Praja: Sang Jurnalis Pembakar Semangat”, yang ditulis oleh wartawan dan entrepreneur media yaitu Aendra Medita.
Hadiah tersebut dikemas dalam acara peluncuran buku yang digelar oleh Meprindo yang didukung oleh CSR-INDONESIA.COM, KAN Foundation dan MULA Galeri Jakarta, di Jakarta, Jumat (14/2).
Sang penulis, Aendra mengatakan, buku tersebut dipersembahkan untuk publik ketika muncul dinamika yang memilukan saat ini. ”Tapi seorang Jus masih dalam ruang idealisme yang kuat. Ia bahkan tak mau menulis lagi karena ia lebih suka bicara sehingga sejumlah media lebih kuat disampaikan lewat wawancara di Podcast atau diskusi publik,” ujarnya.
Jus Soema di Pradja adalah seorang jurnalis senior yang ada di Indonesia, yang dikenal karena idealisme dan prinsipnya dalam memperjuangkan kebebasan pers. Karir jurnalistiknya dimulai di Harian Indonesia Raya, di bawah kepemimpinan Mochtar Lubis, sebuah media yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
Namun, setelah Indonesia Raya dibredel, Jus bergabung dengan Kompas pada tahun 1976 hingga 1978. Ketidaksetujuannya terhadap kebijakan media yang dianggap terlalu kompromistis dengan pemerintah membuatnya memilih mengundurkan diri dari Kompas.
Tak hanya aktif sebagai wartawan, Jus Soema di Pradja juga menjadi salah satu deklarator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 7 Agustus 1994. AJI didirikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembatasan kebebasan pers di era Orde Baru, sebuah langkah yang menegaskan sikapnya terhadap independensi jurnalistik.
Sepanjang kariernya, Jus konsisten mengkritik segala bentuk intervensi pemerintah terhadap media dan terus menyuarakan pentingnya kebebasan pers. Ia juga aktif dalam berbagai diskusi serta wawancara terkait sejarah dan etika jurnalistik di Indonesia, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam dunia pers nasional.
”Dengan prinsip yang teguh dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran, Jus Soema di Pradja telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah jurnalistik Indonesia, menginspirasi generasi wartawan berikutnya untuk tetap memegang teguh kebebasan dan integritas pers,” kata Aendra.
Aendra melanjutkan bahwa MEPRINDO adalah sebuah Penerbit Buku sekaligus lembaga konsultan media dan strategi dalam bidang komunikasi media dan pemasaran.
KAN Foundation adalah sebuah yayasan yang berasaskan pada Pancasila dengan semangat mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor sosial ekonomi di Indonesia. Karena itu, KAN Foundation terpanggil untuk ikut berpartisipasi dan mengakomodasi hal yang berhubungan dengan semangat mensejahterakan masyarakat Indonesia dalam jangka khusus menuju Indonesia emas 2045.
Sementara CSR-INDONESIA.COM adalah media yang khusus membahas soal dunia korporat dan juga aktivitas sosial. CSR-INDONESIA.COM yang berusia 11 tahun itu, telah 8 kali memberi penghargaan kepada korporat yang programnya sejalan dengan konsep pembangunan kemandirian sosial, budaya, lingkungan dengan melibatkan publik. *