STT PU Jawaban Kebutuhan Tenaga Ahli Infrastruktur
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Pendidikan berkualitas bukan megahnya bangunan tapi institusi yang mampu menciptakan ahli di bidangnya. STT PU mengenalkan program pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga ahli di bidang pekerjaan umum dan perumahan, lewat 'open house' STT PU. Menurut Kepala STT PU, kami siap mencetak sumber daya unggul dan ahli di bidang teknik sipil, teknik lingkungan, dan teknik informatika.
Sekolah Tinggi Teknik Pekerjaan Umum (STT PU) lembaga pendidikan yang tengah berupaya mendapat akreditasi unggul, demi meraih status kampus unggul STT PU terus berupaya meningkatkan kualitas dan fasilitas yang menunjang akreditasi unggul. Kampus ini merupakan dibawah Yayasan Pendidikan Putera, dimana pendirinya adalah pegawai Departemen Pekerjaan Umum yang kini berganti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala STT PU, Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc., mengatakan, pihaknya menggelar 'open house' merupakan jalan menuju akreditasi unggul, dimana salah satu kreterianya jumlah mahasiswa, dengan 'open house' ini diharapkan penambahan mahasiswa STT PU melebih jumlah yang disyaratkan akreditasi unggul.
Dikatakan, STT PU membuka 3 program pendidikan (prodi) yaitu, teknik sipil, teknik lingkungan, dan teknik informatika. Dari 3 prodi itu, ada beberapa bagian (jurusan) pendidikan, sehingga lulusan STT PU punya keahlian di bidang-bidang tersebut.
Saat membuka acara 'open house', ia mengembalikan ingatan saat memilih pekerjaan, baginya ada 3 yang perlu diingat, pertama institusi itu bergerak di bidang apa, kedua pekerjaan institusi itu banyak manfaatnya tidak bagi masyarakat, dan ketiga apakah kemampuan dan keahlian kita bisa berkembang atau tidak. "Dan sekarang tambah satu, apakah pekerjaan itu sesuai tidak dengan paisson (keinginan) kita", ungkapnya.
Bicara keinginan itu, menurutnya, STT PU membuka kesempatan kedua bagi mahasiswanya, berpindah bagian (jurusan) dari bagian yang diambil saat dia resmi menjadi mahasiswa STT PU. Demikian pula saat mahasiswa kuliah lapangan (magang) mungkin hasrat dia di bagian yang bukan bagiannya timbul, ia bisa berpindah ke bagian tersebut.
Kenapa demikian, menurutnya, hal itu sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan, memberi kesempatan kedua bagi mahasiswa. Awal menjadi mahasiswa STT PU pendidikan yang diajarkan memang masih pendidikan dasar (umum) belum spesifik ke nagian-bagian prodi.
Masyarakat paham atau setidaknya tahu apa itu teknik sipil karema pengetahuan ini sudah lebih dulu dipelajari masyarakat, namun untuk teknik informatika belum semua masyarakat paham tentang itu, mungkin sebatas paham komputer. Nah di STT PU prodi teknik informatika berbeda dengan teknik informatika di kampus lain, di STT PU teknik informatika yang diajarkan lebih pada penunjang pekerjaan umum dan perumahan sesuai dengan 'bapak asuh' kampus ini Kementerian PUPR.
"Karena fokus kita adalah semua yang terkait dengan bidang infrastruktur, contoh untuk air itu yang mendukung hydro informatik, kita pelajaran perubahan cuaca lalu bagaimana memprediksi itu, jadi fokus kita ke sana", ujarnya.
Menurutnya, begitu pula dengan prodi yang lain, bagaimana kita menghitung kekuatan bangunan, kegempaan, begitu pula dengan bina marga bagaimana kita bisa memodelkan, jumlah kendaraan yang lewat lalu prediksi.ke depan bagaimana. "Jadi memang fokus kita ke sana, berbeda dengan yang lain", tandasnya menambahkan.
Terkait dengan open house STT PU, dikatakan, agar masyarakat kenal dengan STT PU yang tidak menjual janji, mereka menunjukan semuanya yang mereka milik, dan STT PU ini merupakan jejaring kerja Kemen PUPR. Dan STT PU menyiapkan tim pengajar setiap satu mata kuliah yang terdiri dari praktisi, penetu kebijakan dari mitra dan, penetu kebijakan dari PUPR. Lalu setiap mata kuliah diadakan tur ke lapangan guna mengetahui bagaimana penerapan ilmu yang diajarkan.
Diakui secara tegas, mahasiswa STT PU punya peluamg mendapat pekerjaan yang sesuai bidangnya lebih besar dari mahasiswa kampus lain, karena sebelum lulus pun mahasiswa STT PU sudah punya pengalaman kerja lewat magang di perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan umum. Ada pengalaman mahasiswa asal Papua yang direkrut perusahaan swasta tempat ia magang karena kedisiplinannya dan keahlian, ia pun tetap kuliah dan bekerja di perusahaan tersebut.
Karena itu ia berharap dengan open house ini, menjawab pertanyaan kurangnya tenaga ahli di bidang infrastrukur, padahal bangsa ini sudah banyak membangun infrastruktur. Dengan STT PU kami ingin mendorong para tenaga ahli yang mengisi kekurangan tersebut. Untuk itu, mereka harus tahu terlebih dahulu desain dari awal hingga akhir, sehingga kebutuhan tenaga kerja bisa terpenuhi. Begitu mereka lulus siap bekerja.