Film Perang Kota, Cinta Segitiga Berbalut Perang Kemerdekaan
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketika seseorang dihadapi pilihan sulit, mana yang harus dikorbankan? Film Perang Kota mengisahkan cinta segitiga di masa perang kemerdekaan, namun menyaksikan film ini jangan banyak berharap ada perjalanan romantis dalam cerita cinta guru Isa dan isterinya Fatimah serta Hazil yang belajar biola dengan Isa. Film ini fokus pada usaha para pemuda menghabisi pejabat Belanda demi Indonesia merdeka.
Perang Kota suguhan baru perfilman nasional, sutradara Moly Surya sepertinya tak terjebak dalam cerita romantis, atau film perang. Meski film diawali adanya serbuan pasukan Gurkha yang dipimpin perwira Belanda ke perkampungan yang diketahui sebagai `sarang` para pejuang.
Adegan dimulai kala guru Isa (Cicco Jeriko) tengah mengajar di kelas, tiba-tiba terdengar rententan peluru dan sirene tanda bahaya. Seketika itu pula murid guru Isa berhamburan keluar, dan ternyata Isa menunggu momen itu untuk mencuri setumpuk buku yang nantinya ia jual untuk menghidupi isteri dan anaknya.
Usai mencuri buku, Isa pun meninggalkan sekolah dan melihat sepasukan tentara menangkapi masyarakat dan diangkut ke truk menuju markas mereka. Dalam perjalanan menuju markas, truk berhenti di sebuah gang dan menyerbu toko klontong milik orang Tionghoa, dimana saat itu Fatimah (Ariel Tatum) tengah membeli beras sepulang menjemput anak dari sekolah.
Serbuan itu membuat Fatimah panik, lalu ke luar dari toko dan bersembunyi di sebuah bangun kosong untuk menyelamatkan diri. Sementara pemilik toko dieksekusi perwira Belanda yang mendapat informasi di tokoh tersebut sering berkumpul orang pergerakan.
Fatimah selamat setelah membunuh seorang tentara yang menemukan tempat persembunyiaanya. Sementara Isa dari sekolah menuju rumah muridnya untuk menerima pistol, namun keadaan menjadi kacau saat bersamaan 2 perwira Belanda betkunjung ke rumah orangtua Hazil (Jerome Kurnia) yang bekas pegawai pengadilan Belanda.
Dengan keahlian bermain biola Isa yang tadinya dicurigai oleh Belanda akhirnya kembali ke rumah bersama Hazil muridnya. Karena ada jam malam Hanif diminta bermalam di rumah Isa, kebetulan esok hari mereka harus bertemu dengan seorang anggota organisasi yang memberi tugas menghabisi pejabat Belanda. Malam itu Fatimah ingin memadu kasih dengan suaminya namun Isa tak lagi bisa memenuhi keinginan sang isteri, Isa menderita impotensi.
Entah tahu atau tidak, Hazil sering menggoda Fatimah yang akhirnya Fatimah jatuh ke pelukan Hanif. Siang hari Hazil kerap berkunjung ke rumah Fatimah dan melakukan hubungan terlarang namun itu diketahui anaknya dan menceritakan pada Isa saat menanyakan ibunya ke mana dan om Hazil dimana.
Demi perjuangan organisasi Isa meredam amarah pada Hazil yang sudah menghianati dirinya, tugas dari organisasi untuk menghabisi pejabat Belanda harus ia lakukan. Mendekati pejabat itu hanya Hazil yang punya akses karena ayahnya dekat dengan komunitas Belanda.
Semua orang punya perjuangannya sendiri-sendiri, Isa bersikeras memenuhi tugas organisasi, Fatimah berusaha mendapatkan keinginannya yang lama tidak ia dapatkan dari suaminya, sementara Hazil mencoba melawan ayahnya yang dekat dengan Belanda. Perang kota memang film peperangan tapi bukan perang adu senjata melainkan perang batin pada tiga tokoh sentralnya.