indonews

indonews.id

Halal bi Halal Majelis Babussalam, KH. Umar Syarif: Jangan Bosan Belajar apalagi Menyerah

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Jangan berkecil hati belajar di usia yang tak lagi muda, apalagi untuk untuk kehidupan di alam selanjutnya. KH. Umar Syarif salah satu guru pembimbing Majelis Taklim Babussalam mengatakan, jangan bosan apalagi menyerah belajar mengaji, bila berhasil janganlah menjadi manusia sombong tetaplah merendah.

Ucapan itu ia sampaikan saat acara Halal bi Halal Majelis Taklim Babussalam di mesjid Pondok Indah, Jakarta Selatan. Hadiri segenap pengurus dan anggota serta para guru, diantaranya tampak hadir Ketua Mejelis Gina Adriana Sanova, Abu Marlo, dan Pemred indonews.id, Asri Hadi yang turut menyaksikan acara tersebut.

Lalu ia mengatakan, dirinya hadir ke Halal bi Halal itu sebagai guru dan undangan para muridnya yang selalu mendengar pelajarannya terkait pelafalan atau tahfidz Al Quran. Dimana setiap Selasa ia memberikan pengarahan di majelis taklim Babussalam.

Boleh dikatakan KH Umar Syarif lunayan lama mengajar anggota majelis Babusalam melafalkan ayat-ayat Quran, ia dengan tekun mengajarkan para muridnya membaca Al Quran yang baik dan benar.

Kala mengajar anggota mejelis Babusalam yang kebanyakan adalah kaum perempuan yang tinggal di Jakarta, ia tak heran bila masih ada yang pengafalan Quran kurang baik. Ia maklum karena usia mereka sudah tak lagi dikatakan muda, rata-rata usia diatas 40 tahun.

"Kalau di kampung si bila salah membaca bisa kena cubit, tapi ini Jakarta dan yang belajar bukan anak-anak jadi kalau salah baca hukumnya disuruh ulang membacanya", ujar pimpinan pondok pesantern Al Hidayah, Depok, Jawa Barat.

Namun menurutnya, banyak kemajuan dalam pelafalan Quran di majelis Babusalam, ia membuat dia makin bersemangat membimbing mereka dalam membaca Quran. Tapi ia juga mengingatkan bila nanti semua anggota majelis sudah baik dan benar dalam membaca Quran jangan sombong tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati.

Lalu ia menceritakan, bagaimana ia mengajarkan para santrinya di ponpes Al Hidayah, yang menggunakan 3 bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris. Yang diajarkan bagaimana mereka menjadi anak yang paham agama tapi juga mengajarkan budi pekerti.

KH Umar tak suka bila ada santri atau orang lain yang kurang tepat dalam melaksanakan ajaran agama, terutama gerakan sholat. Dia sempat menyinggung saat melaksanakan sholat zuhur di masjid, imamnya kurang tepat dalam posisi sholatnya. "Saya kurang suka kalau ada kurang pas, bila itu santri saya pasti saya tegur", tambahnya.

Murid KH Umar tersebar dimana-mana, bahkan saat berbincang dengan indonews.id beberapa kali ia harus menghentikan pembicaraannya karena ada muridnya yang menyapa dan menemuinya.

Pembicaraan pun dihentikan namun ia berharap, majelis Babusalam menyadari bahwa bacaan Qurannya kurang bagus, dan agar lebih aktif lagi agar ke depannya makin bagus lagi membaca Al Quran jangan malas belajar dan yang sudah pandai jangan sombong. Dan ia juga berharap untuk para santri untuk terus belajar dan tingkatkan ilmu untuk masa depan mereka.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas