Kejuaraan Catur, Tanjakan Kian Curam
Kualifikasi Piala Dunia Catur Zona 3.3: TANJAKAN KIAN CURAM
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - USAI Rest & Relax di hari Minggu ke Jengish Khan Monumen, sekitar satu jam lebih berkendara dari Ulaanbaatar dan mampir di alun-alun kota yang luas, hari Senin pertandingan babak keenam berlanjut.
Pertarungan semakin keras karena para jagoan sudah saling berhadapan. IM Nayaka Budidharma, wakil Indonesia yang di babak 5 berada di posisi 4 terjerembab ke posisi 8 setelah menyerah menghadapi IM Uurtsaikh Agibileg dari Mongolia. Mungkin setelah melihat kegarangan Jengish Khan di Monumen raksasanya, hatinya terusik. Namun Satria Duta Cahaya yang bersamanya ikut piknik berhasil menang dan bertengger di posisi ke24. Sedang IM Yoseph Theolifus Taher juga menang dan berada di posisi 11. GM Novendra Priasmoro hanya berhasil imbang dan berada di peringkat 21. Hasil ini memperlihatkan sangat berat bagi tim Indonesia untuk merebut satu tempat untuk bertanding di Piala Dunia. "Harapan kita hanya pada Nayaka Budidharma," kata Henry Hendratno Manajer tim Catur Indonesia yang sekaligus Sekjen Percasi.
"Jika di tiga babak terakhir Nayaka menang, dia mungkin memperoleh salah satu kualifikasi Piala Dunia," imbuhnya.
Di Kelompok Putri, Shafira Devi Harfesa meskipun menang di babak keenam masih tertahan di posisi 5 dengan nilai 4. Kalau pun ia memenangkan ketiga pertarungan terakhirnya, nilainya maksimum hanya 7, sulit untuk meraih peringkat pertama dan dikirim ke Piala Dunia. Meskipun demikian, hingga babak keenam kinerja Elo ratingngnya sudah meningkat tajam. Memulai pertandingan dengan nilai 1983, setelah babak keenam nilai kinerja Elo ratingnya sudah mencapai 2378.
Sedangkan WIM Laysa Latifah hanya bermain imbang di babak keenam dan berada di posisi 12.
Tiga pertandingan terakhir akan semakin berat. Henry menduga pemenang kualifikasi baru akan dapat ditentukan setelah babak kesembilan berakhir (MGA)