Juara Liga Eropa Usai Menang 1-0 Lawan MU, Tottenham Lolos ke Liga Champions
Duel seru Manchester United kontra Tottenham Hotspur dalam perebutan trofi Europa League (UEL) 2024/2025 tuntas.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID -Duel seru Manchester United kontra Tottenham Hotspur dalam perebutan trofi Europa League (UEL) 2024/2025 tuntas.
Laga final yang berlangsung di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (22/5/2025), mulai jam 02.00 WIB berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Tottenham.
Sebiji gol kemenangan The Lilywhites dicetak oleh Johnson pada menit 42. Dengan kemenangan ini, The Lilywhites mengakhiri puasa gelar yang sudah lama dinanti.
Kemenangan ini membawa banyak makna. Tidak hanya meraih trofi Liga Eropa mengakhiri penantian, kemenangan 1-0 membawa Tottenham kembali ke jalur Liga Champions musim depan.
Mereka tersingkir dari kompetisi kasta teratas Eropa lantaran tercecer di peringkat 17 klasemen Liga Inggris. Mereka hanya mengoleksi 38 poin dari 37 laga.
Jadi kemenangan atas MU juga menjadi momen pemilihan nama baik bagi Tottenham. Sebaliknya, MU tetap terpuruk. Pasalnya, The Reda juga salah satu tim yang tercecer.
MU yang saat ini berada di peringkat ke-16 dengan perolehan 39 poin dari 37 laga, sejatinya merindukan kemenangan agar kembali ke jalur Liga Champions.
Maka dari itu MU berusaha keras memenangkan laga dengan penampilan impresif. MU menguasai jalannya laga dengan menguasai bola 74 persen, operan 512 kali dengan tingkat akurasi 84 persen.
Namun, sayang sekali, mereka kalah 1-0 oleh Tottenham yang menguasai bola 26 persen dengan operan 187 kali dengan tingkat akurasi 61 persen.
Laga ini cenderung berlangsung keras setelah MU tertinggal 1-0 di babak pertama. Statistik mencatat 32 pelanggaran dalam duel ini, 22 pelanggaran dilakukan Tottenham, 10 kali dilakukan MU.
Dari 32 pelanggaran, 7 pelanggaran berbuat kartu kuning, 3 kartu kuning untuk skuad asuhan pelatih Ange Postecoglou, 4 kartu kuning untuk pemain MU.
Tekanan pasukan Ruben Amorim cukup intens atas Tottenham. Bola bergulir di daerah pertahanan Tottenham banyak menghasilkan tendangan pojok.
Sebanyak 5 kali tendangan sudut dilakukan MU, namun tidak satupun menghasilkan gol. Ini karena rapatnya pertahanan Tottenham yang menerapkan formasi 4-2-3-1.
Hasilnya, usai 90 menit tuntas, Bruno Fernandes cs harus menerima kenyataan gagal raih trofi Piala Eropa.
Bagi Tottenham ini menjadi trofi Liga Europa ketiga sepanjang sejarah. Mereka sebelumnya meraih juara edisi 1972 dan 1984, ketika kompetisi masih bernama Piala UEFA.