PNM Banyuwangi Gelar Aksi Cegah Stunting dan Imunisasi Gratis di 8 Titik Wilayah
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk “Aksi PNM Cegah Stunting dan Imunisasi Gratis” yang digelar selama tiga hari, pada 21, 22, dan 24 Mei 2025.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial bertajuk “Aksi PNM Cegah Stunting dan Imunisasi Gratis” yang digelar selama tiga hari, pada 21, 22, dan 24 Mei 2025.
Kegiatan ini menyasar delapan titik wilayah di Kabupaten Banyuwangi dan berlangsung atas kerja sama dengan tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Genteng Kulon, Singojuruh, dan Gitik. Program ini tidak hanya memberikan layanan imunisasi gratis, tetapi juga menyajikan penyuluhan gizi serta pembagian paket gizi kepada ibu hamil dan balita.
Acara berlangsung di aula puskesmas dan balai desa di wilayah binaan PNM, dan dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari nasabah PNM serta masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan tenaga ahli gizi dari masing-masing puskesmas: Anzar Fitria Prihandini, S.Gz (Puskesmas Genteng Kulon); Ruvy Rizka (Puskesmas Singojuruh); Dessy Miftahul Hayati (Puskesmas Gitik).
Selain itu, tim dari Kantor Cabang PNM Banyuwangi, Unit ULaMM, dan Unit Mekaar turut berpartisipasi aktif dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi, Sugiyati Nurul Handayani, menyatakan bahwa aksi sosial ini adalah wujud kepedulian PNM terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Aksi ini adalah bentuk nyata komitmen PNM untuk mendampingi lahirnya generasi emas. Kami ingin masyarakat tak hanya kuat secara ekonomi, tapi juga sehat secara fisik,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/5).
Kegiatan ini turut didukung oleh Muspika dari tiga kecamatan. Danramil 0852/04 Genteng, Sutoyo SH, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai sangat membantu masyarakat dan perlu terus dilanjutkan.
Senada, Kepala Puskesmas Genteng Kulon, Suroso, S.K.M, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencegah stunting.
“Pencegahan stunting butuh kerja sama. Dengan sinergi, target Banyuwangi zero stunting sangat mungkin tercapai,” ujarnya.
PNM memandang pencegahan stunting sebagai bagian dari misi pemberdayaan holistik. Melalui edukasi, pelayanan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor, PNM berharap dapat menciptakan keluarga yang sehat, anak-anak yang cerdas, dan masyarakat yang mandiri.