indonews

indonews.id

Elon Musk Tampil Mengejutkan di Gedung Putih dengan Mata Lebam, Isu Narkoba Kembali Mencuat

Pengusaha teknologi ternama Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah tampil mengejutkan di Gedung Putih pada Jumat (30/5), usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pengusaha teknologi ternama Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah tampil mengejutkan di Gedung Putih pada Jumat (30/5), usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Mengenakan kaos, jas hitam, dan topi bertuliskan “Dogefather,” Musk tampak dengan mata kanan lebam, memicu spekulasi publik. Dugaan penyalahgunaan narkoba kembali mencuat, terlebih setelah laporan investigasi The New York Times yang terbit di hari yang sama mengungkapkan bahwa Musk mengonsumsi ketamin dalam jumlah besar, melebihi dosis medis yang pernah ia akui untuk mengatasi depresi.

Laporan itu juga menyebut bahwa ketamin tersebut berdampak pada kesehatan kandung kemihnya. Tak hanya itu, Musk dilaporkan menggunakan ekstasi, jamur psikedelik, serta membawa kotak obat berisi sekitar 20 pil, termasuk stimulan yang diduga adalah Adderall.

“Penggunaan obat-obatan oleh Musk jauh melampaui batas,” tulis The Times, mengutip sumber yang mengenalnya secara langsung, serta disertai bukti visual berupa foto kotak obat.

Menanggapi rumor lebam di matanya, Musk menjawab santai. Ia mengaku luka itu berasal dari permainan bersama putranya, X Æ A-Xii.

“Saya cuma bercanda dengan si kecil X dan bilang, ‘Ayo, pukul wajah ayah,’ dan dia benar-benar melakukannya,” ujar Musk sambil tersenyum. “Ternyata pukulan anak usia lima tahun bisa begini juga.”

Presiden Trump, yang berdiri di samping Musk saat konferensi pers, tertawa kecil mendengar cerita tersebut. “Saya malah tidak memperhatikan matanya tadi,” ujarnya.

Meski telah resmi mundur dari jabatannya, Musk dan Trump menegaskan bahwa hubungan mereka tetap dekat. “Saya akan tetap menjadi teman dan penasihat presiden,” kata Musk. Trump menambahkan, “Elon akan terus bersama kami. Dia tidak benar-benar pergi.”

Ketika ditanya soal laporan The New York Times, Musk enggan menanggapi lebih jauh. Ia hanya menjawab singkat, “Baik, pertanyaan selanjutnya,” sebelum mengecam media tersebut atas apa yang ia sebut sebagai “kebohongan mereka tentang tipuan Russiagate.”

Laporan The Times juga menyoroti penampilan Musk di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada Februari lalu, di mana ia menggunakan gergaji mesin di atas panggung sebagai simbol pemangkasan birokrasi. Aksi yang dinilai aneh dan tidak terstruktur itu semakin memperkuat spekulasi soal penyalahgunaan zat terlarang.

Namun, dalam kunjungannya ke Gedung Putih kali ini, Musk tampil lebih tenang. Bahkan sehari sebelumnya, ia telah muncul dalam video peluncuran rencana awal misi SpaceX ke Mars, dengan lebam di matanya yang sudah tampak sejak saat itu.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas