Anomali! Tertekan Sepanjang Laga, Chicago Fire Menang 1-3 atas Orlando City SC
Laga seru Orlando City SC kontra Chicago Fire pada laga lanjutan Major League Soccer (MLS) 2025 tersaji di Inter & Co Stadium, Minggu (1/6/2025) pagi.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Laga seru Orlando City SC kontra Chicago Fire pada laga lanjutan Major League Soccer (MLS) 2025 tersaji di Inter & Co Stadium, Minggu (1/6/2025) pagi.
Duel ini menampilkan fakta anomali salam sepak bola. Pasalnya, secara kualitas Orlando City berada di atas Chicago Fire.
Orlando City berada di peringkat 7 klasemen MLS wilayah timur dengan 27 poin dari 17 laga. Sebelum bertanding atau selam 16 pekan mereka memang 7 laga, seri 6 laga dan kalah 3 laga.
Sementara Chicago Fire berada di peringkat ke-11 pada pekan 14 dengan 19 poin. Dari 14 laga, mereka menang 5 laga, seri 4 laga dan kalah 5 laga.
Dengan kemenangan pada pekan ke-15, mereka menambah catatan kemenangan menjadi 6 kemenangan dengan 22 poin.
Diposisikan sebagai tim tidak diunggulkan, Chicago Fire malah menang. Bahkan tidak sekadar menang, tapi menang dengan skor tepak 1-3.
Bermain di kandang sendiri, Orlando City SC tak berkutik oleh gol cepat Zinckernagel pada menit ke-5.
Gol ini benar-benar kesalahan penjaga gawang Gallese, sebab bola melewati kedua telapak tangannya. Andaikan dia cukup menepis bola deras, gawangnya akan selamat.
Namun dia ingin menangkap bola tersebut. Bola lebih cepet sebelum 10 jarinya menggenggam bola. Skor 0-1.
Respon dengan serangan hanya sia-sia. Pada menit 31 dan 32 Cuypers menggandakan keunggulan tim. Skor 3-0 untuk Chicago Fire.
Pada menit 39 Orlando membalas lewat gol Freeman. Skor 1-3 menutup rangkaian babak pertama.
Babak kedua sejatinya laga dikendalikan tuan rumah. Statistik pertandingan mencatat total tembakan yang dilakukan Orlando City sebanyak 26 kali, 5 tembakan ke arah gawang.
Tim tanu hanya 10 tembakan dan 4 tembakan terarah ke gawang. Orlando menguasai bola 57 persen, 491 operan dengan tingkat akurasi 89 persen.
Sementara Chicago Fire menguasai bola 43 persen, operan 405 operan dengan akurasi 86 persen.
Menjelang akhir laga, tekanan tuan rumah meningkat. Namun lini belakang tim tamu mampu menghalau bola.
Alhasil, Orlando melakukan 13 sepak pojok, namun skema sepak pojok tak menghasilkan gol.
Hingga laga tuntas, skor tetap 1-3 untuk kemenangan Chicago Fire. Mereka tetap di posisi 11, namun poin bertambah menjadi 22.