indonews

indonews.id

Waspada Virus Hanta, Ancaman dari Tikus yang Bisa Berujung Fatal

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Waspada penyebaran Virus Hanta kembali menjadi perhatian, seiring meningkatnya potensi paparan di lingkungan yang kurang bersih dan dipenuhi hewan pengerat. 

Virus yang ditularkan terutama melalui tikus ini dikenal berbahaya karena dapat menyerang paru-paru dan ginjal, bahkan berujung fatal jika tidak ditangani secara cepat.

Virus Hanta bukan penyakit yang menular melalui interaksi sosial sehari-hari, melainkan berasal dari paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Saat kotoran tersebut mengering dan bercampur dengan debu, virus bisa terhirup melalui saluran pernapasan. Risiko juga meningkat ketika seseorang menyentuh area terkontaminasi tanpa pelindung, atau dalam kasus tertentu akibat gigitan tikus.

Gejala awal infeksi biasanya muncul dalam satu hingga dua minggu setelah paparan, ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri otot, hingga mual dan muntah. 

Kondisi dapat berkembang cepat menjadi lebih serius, seperti sesak napas, batuk, nyeri dada, gangguan ginjal, hingga penurunan tekanan darah. Pada tahap berat, pasien membutuhkan perawatan intensif akibat gangguan paru yang mengancam jiwa.

Kelompok yang paling rentan terpapar antara lain petugas kebersihan, pekerja gudang, petani, peternak, hingga masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan populasi tikus tinggi. 

Risiko juga mengintai siapa saja yang membersihkan rumah kosong atau area lama tanpa perlindungan memadai. Pencegahan menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan. 

Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari penumpukan barang, serta memastikan rumah bebas dari celah masuk tikus adalah langkah dasar yang wajib dilakukan. Saat membersihkan area berisiko seperti gudang atau loteng, penggunaan masker, sarung tangan, dan sepatu tertutup sangat dianjurkan. 

Kotoran tikus tidak boleh disapu dalam kondisi kering karena dapat menyebarkan partikel virus ke udara, melainkan harus disemprot disinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan dengan cara basah.

Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi, sesak napas, atau nyeri otot berat, terutama setelah kontak dengan tikus atau lingkungannya. Penanganan dini menjadi penentu keselamatan pasien dari komplikasi yang lebih serius.

Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, menegaskan bahwa kesadaran menjaga kebersihan lingkungan adalah benteng utama dalam melindungi keluarga dari ancaman Virus Hanta. “Lingkungan bersih, keluarga sehat, terhindar dari Virus Hanta,” ujarnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas