Mendagri Instruksikan Pemda Percepat Pompanisasi dan Irigasi Hadapi Musim Kemarau
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat pelaksanaan program pompanisasi dan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat pelaksanaan program pompanisasi dan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan Menghadapi Musim Kemarau 2025 yang digelar secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (3/6/2025).
Tito menekankan pentingnya ketersediaan air dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi pada bulan Juni hingga September. Ia mengingatkan bahwa langkah percepatan ini penting agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan signifikan.
“Karena ini berhubungan dengan masalah kesediaan air... beberapa daerah akan menghadapi musim kemarau, sehingga kita terus mendorong produksi agar tidak jauh berkurang,” ujarnya.
Mendagri menyoroti pentingnya sinergi lintas pemerintahan, mulai dari pusat hingga kabupaten/kota, dalam memperkuat jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
“Inpres ini memberikan [kewenangan] agar semua level pemerintahan bisa bekerja sama. Dulu pusat hanya urus irigasi primer, provinsi sekunder, kabupaten/kota tersier, tapi akhirnya tidak sinkron. Nah, sekarang harus dikeroyok bersama-sama,” tegas Tito.
Ia meminta Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) di seluruh daerah untuk aktif memantau kondisi irigasi dan kebutuhan air di wilayah masing-masing.
“Kepala Dinas Pertanian provinsi, kabupaten, kota, tolong cek kondisi persawahan... Kepala Dinas PU juga cek kesediaan air dan irigasi. Akan ada rapat khusus untuk membahas hal ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan perbaikan irigasi di sejumlah titik sebagai antisipasi musim kemarau. Kementerian PUPR kini fokus pada pemasangan pompa air dalam dengan kedalaman lebih dari 50 meter.
“Kita tidak bermain di air permukaan, tapi air dalam, karena jika tidak, dikhawatirkan terjadi penurunan muka air dan penurunan tanah,” jelas Dody secara virtual.
Ia juga menyampaikan bahwa meski sebagian wilayah masih mengalami hujan akibat anomali cuaca menurut prediksi BMKG, langkah-langkah antisipatif tetap harus diambil.
“Kita siap mendukung program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, terutama dengan pengadaan pompa dan strategi lainnya,” pungkasnya.*