Warga Serang Murka! Perantau Bangun 31 Makam Palsu demi Bisnis Ziarah
Puluhan makam palsu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kamadean, Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dibongkar warga pada Senin sore, 2 Juni 2025. Pembongkaran dilakukan karena keresahan masyarakat terkait kemungkinan penyesatan akidah akibat keberadaan makam-makam palsu tersebut.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Puluhan makam palsu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kamadean, Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dibongkar warga pada Senin sore, 2 Juni 2025. Pembongkaran dilakukan karena keresahan masyarakat terkait kemungkinan penyesatan akidah akibat keberadaan makam-makam palsu tersebut.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Petir, Muhamad Nasirudin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari tokoh masyarakat dan kepala desa terkait aktivitas seorang pendatang asal Karawang yang membangun 31 makam besar secara misterius di tanah wakaf TPU.
"Katanya dia dapat wangsit atau bisikan. Tapi itu semua palsu. Sudah banyak yang datang untuk ziarah padahal itu bohong," ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (3/6/2025).
Setelah dilakukan pengecekan bersama kepolisian, camat, dan Danramil, ditemukan bahwa makam-makam tersebut tidak berisi dan tidak berdasar syariat maupun hukum. Masyarakat pun meminta agar lokasi segera dibersihkan demi menjaga kesucian tanah wakaf dan akidah generasi penerus.
Pelaku sempat menghilang selama dua hari setelah keberadaannya terungkap, namun kini telah kembali ke rumah dan mengakui kesalahannya. MUI tidak membawa kasus ini ke ranah hukum, kecuali jika ada pihak yang merasa dirugikan dan membuat laporan resmi.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Petir, Beni Raharjo, mengatakan bahwa makam palsu tersebut telah ada sejak 2021. Ia mengonfirmasi bahwa hanya ada satu makam asli di lokasi tersebut, sementara sisanya merupakan buatan pelaku yang bahkan menambahkan bangunan seperti goa untuk menciptakan kesan keramat.
"Awalnya cuma satu yang asli, tapi sama dia dibikin banyak, ditambahin rumah segala. Modusnya untuk bikin tempat ziarah dan nantinya dijadikan lahan bisnis," jelasnya.
Pembongkaran dilakukan tanpa perlawanan dengan pengawasan ketat dari aparat dan tokoh masyarakat. Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak mudah percaya pada hal-hal gaib tanpa dasar.