Meninggal di Atas Mimbar! Inilah Detik-detik Ustaz Yahya Waloni Wafat Saat Khutbah Jumat
Ustaz Yahya Waloni (55), penceramah yang dikenal luas di Indonesia, wafat secara mendadak di atas mimbar saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat (6/6) siang. Peristiwa ini mengejutkan sekitar 200 jemaah yang hadir, termasuk para pengurus masjid dan tokoh akademik.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Ustaz Yahya Waloni (55), penceramah yang dikenal luas di Indonesia, wafat secara mendadak di atas mimbar saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat (6/6) siang. Peristiwa ini mengejutkan sekitar 200 jemaah yang hadir, termasuk para pengurus masjid dan tokoh akademik.
Menurut Harfan Jaya Sakti (39), Sekretaris Pengurus Masjid Darul Falah sekaligus saksi mata, Yahya Waloni sempat menyampaikan khutbah dengan tema kekuatan iman, mengangkat kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Namun, sebelum doa penutup khutbah kedua, Yahya terlihat memegangi dadanya lalu jatuh terduduk di mimbar dan tak sadarkan diri.
"Saya kira beliau hanya ingin minum atau duduk sebentar, tapi ternyata langsung ambruk. Kami langsung ke depan, dan beliau sudah tak sadarkan diri," ungkap Harfan.
Yahya Waloni diketahui baru saja menyampaikan khutbah Idul Adha di masjid lain pada pagi harinya. Bersama istrinya, Sitti Mutmainnah (34), ia menginap di Hotel Prima Makassar. Pukul 10.30 Wita, ia dijemput panitia dan sempat menyaksikan penyembelihan hewan kurban di halaman masjid sebelum khutbah Jumat dimulai.
Khutbahnya berlangsung sekitar 15 menit dan menarik perhatian jemaah hingga lantai dua. Salah satunya adalah Prof Dr Syahruddin Usman (61), Guru Besar UIN Makassar yang mengaku terkesan dengan isi khutbah almarhum.
Jenazah Yahya Waloni dikembalikan ke masjid sekitar pukul 13.45 Wita dari Klinik RS Bahagia, dengan sang istri mendampingi di ambulans. Rencananya, jenazah akan dimandikan, dikafani, dan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di kediamannya.
Yahya Waloni dikenal sebagai figur penceramah yang pernah menjadi sorotan publik karena sejumlah pernyataannya yang kontroversial. Ia pernah dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA dan dijatuhi vonis lima bulan penjara pada 2022 oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam persidangan, ia sempat menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa ucapannya saat itu tidak sesuai dengan etika dan kesopanan.
“Saya mohon maaf, ternyata saya terlalu kasar. Saya hanya bermaksud bercanda,” ujar Yahya dalam persidangan saat itu.
Meski sempat menuai kontroversi, wafatnya Yahya Waloni saat menyampaikan khutbah dinilai banyak pihak sebagai momen yang penuh hikmah. Para jemaah mengenang pesan-pesan terakhirnya tentang keimanan dan ketaatan sebagai penutup dari perjalanan hidupnya yang penuh warna.