indonews

indonews.id

Dari Bio Farma untuk Indonesia: Distribusi Perdana FloDeg, Awal Kemandirian Diagnostik Nuklir Nasional

 PT Bio Farma (Persero), BUMN farmasi terbesar di Indonesia, resmi mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional dengan mendistribusikan produk radiofarmaka pertama buatan dalam negeri, FloDeg (Fludeoxyglucose - 18F), ke tiga rumah sakit mitra: RS Tzu Chi PIK Jakarta, RS Mitra Plumbon Cirebon, dan RS Mandaya Royal Puri Tangerang.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Dari Bio Farma untuk Indonesia: Distribusi Perdana FloDeg, Awal Kemandirian Diagnostik Nuklir Nasional
Simbolis penyerahan perdana produk radiofarmaka pertama buatan dalam negeri, FloDeg di RS Tzu Chi PIK Jakarta oleh Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati (kiri) kepada Direktur Medis RS Tzu Chi, dr. Suriyanto (Ke-2 dari kiri) (12/06)

Jakarta, INDONEWS.ID – PT Bio Farma (Persero), BUMN farmasi terbesar di Indonesia, resmi mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional dengan mendistribusikan produk radiofarmaka pertama buatan dalam negeri, FloDeg (Fludeoxyglucose - 18F), ke tiga rumah sakit mitra: RS Tzu Chi PIK Jakarta, RS Mitra Plumbon Cirebon, dan RS Mandaya Royal Puri Tangerang.

Distribusi perdana ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional, sekaligus mewujudkan visi strategis Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subiantodalam membangun industri farmasi berbasis bioteknologi tinggi.

FloDeg menjadi game changer dalam layanan diagnostik kanker berbasis PET Scan (Positron Emission Tomography), yang selama ini masih bergantung pada produk impor. Dengan hadirnya produk ini, Indonesia untuk pertama kalinya memproduksi dan mendistribusikan sendiri radiofarmaka berbasis teknologi tinggi.

Direktur Pengembangan Usaha PT Bio Farma, Yuliana Indriati, dalam seremoni distribusi di RS Tzu Chi menyatakan, “Ini adalah momen bersejarah. FloDeg membuktikan komitmen kami untuk memperkuat kemandirian bangsa dalam layanan diagnostik kanker. Ke depan, kami akan terus memperluas portofolio produk theranostic untuk mendukung kemajuan kedokteran nuklir nasional.”

FloDeg diproduksi di fasilitas Cyclotron Bio Farma di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat, yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada September 2024. Fasilitas ini telah memenuhi standar CPOB dari BPOM serta protokol keselamatan dari BAPETEN, menjadikannya salah satu pusat produksi radiofarmaka termaju di Asia Tenggara.

dr. Suriyanto, Direktur Medis RS Tzu Chi, menyampaikan apresiasi atas ketepatan waktu dan kualitas produk, “Kami bersyukur atas kualitas FloDeg yang sangat baik. Ini menjadi awal kerja sama strategis yang menjanjikan.” Sementara itu, dr. Aulia Huda, Spesialis Kedokteran Nuklir RS Tzu Chi, menambahkan, “Aktivitas dan kualitas FloDeg melampaui ekspektasi kami. Kami berharap pengembangan produk theranostic terus berlanjut.”

Distribusi ke RS Mitra Plumbon Cirebon juga mendapat sambutan positif. Direktur Pemasaran Bio Farma, Kamelia Faisal, menegaskan, “FloDeg bukan sekadar produk, melainkan simbol transformasi Bio Farma sebagai pelopor teknologi radiofarmaka nasional. Ini adalah bukti kesiapan Indonesia untuk berdiri mandiri di bidang ini.”

dr. Herry Septijanto, Direktur RS Mitra Plumbon, menyatakan bahwa kehadiran FloDeg sangat mendukung layanan PET Scan yang sudah aktif sejak April 2025. “Ini bentuk nyata dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dan kemandirian industri farmasi nasional,” ujarnya.

Peluncuran FloDeg merupakan bagian integral dari implementasi Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan membangun industri farmasi sebagai sektor strategis bangsa.

Dengan infrastruktur modern, tenaga ahli berstandar internasional, dan sistem logistik khusus untuk produk radioaktif, Bio Farma siap menjadi pemain utama dalam penyediaan solusi diagnostik nuklir dan mendorong Indonesia menuju kedaulatan farmasi dan daya saing global.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas