indonews

indonews.id

Iran Klaim Gunakan Rudal Siluman untuk Hancurkan Kantor Intelijen Israel

Kementerian Pertahanan Iran mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan rudal jenis baru yang tidak dapat dideteksi untuk menghantam kantor-kantor intelijen Israel, Mossad, dalam serangan terbaru yang terjadi pada Selasa (17/6/2025).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Kementerian Pertahanan Iran mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan rudal jenis baru yang tidak dapat dideteksi untuk menghantam kantor-kantor intelijen Israel, Mossad, dalam serangan terbaru yang terjadi pada Selasa (17/6/2025).

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita IRNA, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menyebut bahwa rudal-rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel yang didukung oleh Amerika Serikat.

"Pada serangan hari ini, kami meluncurkan rudal-rudal yang tidak bisa terlacak atau terintersep," ujar Talaei-Nik.

Ia menggambarkan serangan itu sebagai "kejutan" bagi musuh, dan memperingatkan bahwa Israel akan kembali menghadapi rudal-rudal serupa di masa mendatang. Menurutnya, rudal-rudal tersebut memiliki presisi tinggi meski harus menghadapi sistem pertahanan yang kompleks.

Serangan ini, lanjut Talaei-Nik, menjadi bukti kerentanan Israel meski negara itu selama ini dikenal memiliki sistem keamanan dan intelijen yang sangat maju. Ia juga menyebut bahwa Israel tidak akan mampu bertahan dalam sebuah perang berkepanjangan.

“Berdasarkan 75 tahun pengalaman, serta berbagai faktor militer, non-militer, dan pertimbangan strategis lainnya, rezim Zionis tidak bisa bertahan dalam perang jangka panjang,” katanya.

Talaei-Nik menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran saat ini telah dilengkapi dengan berbagai senjata dan sistem pertahanan canggih sebagai langkah pencegahan terhadap potensi serangan.

"Banyak sistem canggih kami belum digunakan," ungkapnya, tanpa merinci lebih lanjut.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv, serta meningkatnya risiko konflik terbuka di kawasan Timur Tengah.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas