Donnarumma Disalahkan atas Cedera Patah Kaki Jamal Musiala, Courtois Bela Sesama Kiper
Laga seru PSG kontra Bayern Munich pada perempatfinal Piala Dunia Antarklub berujung cedera parah dialami Jamal Musiala, penyerang Bayern.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID-Laga seru PSG kontra Bayern Munich pada perempatfinal Piala Dunia Antarklub berujung cedera parah dialami Jamal Musiala, penyerang Bayern.
Pemain 22 tahun itu mengalami patah tulang fibula akibat benturan keras dengan kiper PSG Gianluigi Donnarumma saat duel perempatfinal di Mercedes-Benz Stadium, Sabtu (5/7).
Cedera yang dialaminya berdampak absen panjang. Disebutkan, bahwa Musiala kemungkinan tidak bisa bermain hingga akhir tahun ini.
Cederanya Jamal Musiala memancing reaksi keras dari sesama pemain Bayern Munich. Kiper senior Manuel Neuer, misalnya, mengalahkan kiper Donnarumma atas cedera parah Musiala.
Namun tidak demikian halnya dengan kiper Real Madrid, Courtois. Menurutnya, Gianluigi Donnarumma tidak bisa disalahkan, sebab tugas kiper memang mengamankan bola.
Courtois mengaku bahwa dirinya ikut menyaksikan laga tersebut. "Aku menonton pertandingannya dengan ayah dan putraku, dan ketika dia [Musiala] jatuh, aku bilang, `Oh, itu buruk,`" ungkapnya.
Kiper asal Belgia itu menilai kritik yang memojokkan Donnarumma terlalu berlebihan. Mestinya striker yang bisa mengukur kaki mereka saat berhadapan dengan kiper.
"Menyalahkan Donnarumma sepertinya terlalu berlebihan menurutku, karena pada akhirnya kan kami, sebagai kiper, bergerak menuju bola, seperti para striker -- dan ketika kami melakukannya, para stiker tidak mengukur kaki mereka yang menjangkau wajah kami," ujarnya.
Tentu peristiwa ini, lanjut dia, sangat menyakitkan bagi tim karena cedera Jamal Musiala berdampak kerugian besar bagi Bayern Munich menuju musim 2025-2026.
"Karena insiden ini menyangkut rekan setim Anda, terasa lebih menyakitkan, dan Anda akan mengkritik [lawan]. Namun insiden ini tidak bisa dihindari. Donnarumma memang harus ke arah sana," Thibaut Courtois.
Apa lagi, pemain kelahiran Jerman ini menjadi mesin gol kedua nagi Bayern Munich. Dia mengemas 21 gol di sepanjang musim ini, pencetak gol terbanyak kedua setelah Harry Kane yang mengemas 41 gol.