Mengajar dengan Teknik Humor Jadikan Pembelajaran Matematika Menyenangkan
Program ini memberikan pelatihan yang mencakup pengenalan teori humor, pengembangan materi pengajaran berbasis humor dan tentunya praktik langsung.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Dosen Komunikasi dan Bisnis LSPR Institut melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Coaching Clinic untuk Guru Matematika SD dan SMP dengan tema “Rumus Mengajar Matematika berbasis Humor” secara hybrid berlokasi di Balai Penjaminan Mutu (BPMP) Provinsi DKI Jakarta, dan daring untuk para guru yang berada di luar DKI Jakarta.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi LSPR Insitute dengan Forum MGMP (Musyarawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika Jakarta Selatan, IHIK3 (Institut Humor Indonesia Kini) dan Content Creator Edukasi – Papa Zidan sebagai salah satu pemateri.
Program ini memberikan pelatihan yang mencakup pengenalan teori humor, pengembangan materi pengajaran berbasis humor dan tentunya praktik langsung.
Lokakarya dan seminar ini dirancang secara interaktif untuk membantu para guru memahami cara memanfaatkan humor dalam menjelaskan konsep matematika yang kompleks, sehingga siswa dapat menerima materi dengan lebih mudah dan antusias.
Dosen dan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Novrita Widiyastuti, M.Si, mengatakan bahwa seringkali, matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi siswa sekolah dasar dan menengah.
Di lain pihak, teknik mengajar yang menggembirakan belum banyak disosialisasikan. ”Karena itu, tidak semua guru mampu menciptakan suasana pembelajaran matematika yang mampu membuat siswa lebih antusias,” ujarnya melalui pernyataan tertulis di Jakarta.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat LSPR Institute Communication and Business bekerja sama dengan IHIK3 sebagai Lembaga kajian humor, berkolaborasi dengan Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengadakan acara coaching clinic untuk guru matematika tingkat SD dan SMP. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi guru-guru tersebut akan humor yang tepat digunakan di kelas matematika agar pembelajaran lebih menggembirakan.
Sedangkan Widyaprada perwakilan BPMP DKI Jakarta Susiah Budiarti,M.Pd, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan ini, dan berkomitmen bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk semua.
”Matematika yang semula menjadi momok akan berubah menjadi sesuatu yang menggembirakan. Jadi keberadaan IHIK3, LSPR Institute sangat bagus. Harapan saya pastinya bisa terus bersinergi terus tidak hanya sampai di sini untuk mewujudkan ketercapaian 8 Dimensi Profil Lulusan,” imbuhnya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatangan Komitmen Bersama antara BPMP Provinsi DKI Jakarta, LSPR Communication and Business Institute dan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) yang berjanji untuk bersinergi dan berkolaborasi melaksanakan program Peningkatan Mutu Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang efektif, efisien dan berdampak.
Yaseer Fikry selaku CCO IHIK3 sekaligus pemateri menjelaskan, humor punya manfaat menciptakan tawa yang memicu munculnya hormon endorfin. ”Sehingga bukan hanya materi ajar lebih mudah diserap akan tetapi menciptakan keakraban antara pengajar dan yang diajar,” ujarnya.
“Kegiatan ini berdampak positif serta perlu disebarluaskan agar memiliki pengaruh signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar dimasa mendatang,” tambahnya.
Hal ini juga ditunjang dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa humor dalam pengajaran dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan pemahaman siswa, serta mengurangi kecemasan belajar. *