indonews

indonews.id

Perang Israel-Iran: Indonesia Perlu Siap Menjaga Stabilitas

Eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada April 2024 menjadi salah satu isu internasional paling serius tahun ini. Serangan Israel ke gedung kedutaan besar Iran di Suriah yang menewaskan perwira tinggi Iran dibalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, lalu diikuti kembali dengan gempuran Israel ke fasilitas nuklir Iran.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Oleh: Abiyyu Prishdian Vivekananda

Jakarta, INDONEWS.ID - Eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada April 2024 menjadi salah satu isu internasional paling serius tahun ini. Serangan Israel ke gedung kedutaan besar Iran di Suriah yang menewaskan perwira tinggi Iran dibalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, lalu diikuti kembali dengan gempuran Israel ke fasilitas nuklir Iran.

Lingkaran balas-membalas ini memperlihatkan betapa rapuhnya perdamaian di kawasan Timur Tengah—dan betapa besarnya potensi dampak bagi dunia, termasuk bagi Indonesia.

Dampak Ekonomi: Ancaman pada Dompet Kita

Konflik yang terjadi di kawasan kaya minyak seperti Timur Tengah berdampak cepat pada harga energi dunia. Data terbaru menunjukkan harga minyak mentah melonjak ke angka USD 85,6 per barel setelah eskalasi awal April lalu.

Kenaikan ini memicu efek domino: inflasi meningkat, nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp 17.000 per USD, dan laju pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi melambat hingga kisaran 4,6–4,8%.

Peran Politik: Peluang Indonesia Jadi Mediator

Konflik Israel–Iran memberi ruang bagi Indonesia untuk mempertegas posisinya sebagai inisiator perdamaian. Pemerintah harus aktif menggunakan jalur bilateral dengan sekutu Israel seperti AS dan Inggris, sembari berdialog dengan Iran untuk menahan diri.

Pendekatan multilateral juga penting untuk mengingatkan kedua belah pihak bahwa agresi mereka dapat merugikan ekonomi dunia dan memperburuk penderitaan rakyat sipil.

Pentingnya Jalur Komunikasi dan Sanksi Terarah

Sebagai negara netral, Indonesia juga bisa memainkan peran untuk membuka jalur komunikasi yang berkelanjutan antara kedua pihak, guna menghindari miskomunikasi yang bisa memicu perang lebih besar. Di sisi lain, mendorong sanksi ekonomi yang terarah terhadap pihak yang terus mengobarkan konflik, tanpa merugikan warga sipil secara besar-besaran, juga patut dipertimbangkan.

Konflik Israel–Iran bukan hanya masalah Timur Tengah, tetapi masalah dunia. Indonesia harus sigap menyikapi situasi ini dengan menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, memperkuat pertahanan nasional, dan memperluas peran diplomasi di kancah internasional. Politik luar negeri bebas aktif yang diimbangi dengan keteguhan membela kemanusiaan dan kepentingan nasional adalah kunci.

“Kalau bukan kita yang menjaga bangsa ini, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

 

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas