indonews

indonews.id

Menilik Sikap Indonesia di Tengah Konflik Israel Vs. Palestina: Konsistensi atau Keberpihakan?

Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina kembali menjadi sorotan dunia, terutama saat serangan militer dan kekerasan terhadap warga sipil Palestina terus terjadi.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Oleh

Lidya

Jakarta, INDONEWS.ID - Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina kembali menjadi sorotan dunia, terutama saat serangan militer dan kekerasan terhadap warga sipil Palestina terus terjadi.

Dalam konteks ini, Indonesia secara konsisten menunjukkan sikap mendukung Palestina. Namun, muncul pertanyaan: apakah sikap Indonesia ini merupakan bentuk konsistensi terhadap nilai kemanusiaan dan amanat konstitusi, atau lebih merupakan keberpihakan politik?

Amanat Konstitusi sebagai Dasar Sikap

Indonesia sejak awal berdiri telah menegaskan posisinya terhadap penjajahan melalui Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa "Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan". Sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina adalah cerminan dari prinsip tersebut.

Dukungan ini bukanlah hal baru. Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia telah menolak keberadaan Israel sebagai negara penjajah dan menyatakan solidaritas kepada Palestina. Hal ini terlihat dalam berbagai forum internasional, mulai dari Konferensi Asia-Afrika 1955 hingga pertemuan OKI dan Majelis Umum PBB.

Tuduhan Keberpihakan Sepihak?

Meski demikian, tidak sedikit yang mempertanyakan apakah sikap Indonesia terhadap Palestina bersifat netral atau berat sebelah. Kritikus menyatakan bahwa Indonesia kurang membuka ruang dialog dengan Israel, sehingga dinilai tidak objektif.

Namun, perlu ditegaskan bahwa sikap Indonesia tidak dimaksudkan untuk memusuhi bangsa Israel, melainkan sebagai penolakan terhadap tindakan penjajahan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh pemerintah Israel. Dalam hal ini, keberpihakan Indonesia bukan terhadap satu etnis atau agama, melainkan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Posisi Strategis Indonesia

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan anggota G20, Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan tekanan global untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Selain itu, sikap Indonesia mencerminkan aspirasi mayoritas rakyatnya yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Mengingat kembali bahwa hubungan antara Indonesia dan Palestina adalah salah satu yang paling unik dan mendalam dalam sejarah diplomasi global, ditandai oleh dukungan kuat dan konsisten Indonesia terhadap perjuangan Palestina untuk kemerdekaan dan kedaulatan.

Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Negara Indonesia. Palestina termasuk salah satu negara yang menghadiri Konferensi Antar Asia. Indonesia dan Timur Tengah  ditandai  dengan  hubungan Pendidikan yang beriringan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk Indonesia tidak berjalanan beriringan dengan Palestina.

Upaya yang dilakukan Indonesia tidak hanya bersifat politik, tetapi juga kemanusiaan, seperti pengiriman bantuan medis, logistik, serta dukungan pendidikan dan pembangunan infrastruktur di wilayah Palestina.

Konsisten, Bukan Buta

Dalam menilai posisi Indonesia, perlu dilihat dalam kerangka nilai-nilai dasar bangsa: anti-penjajahan, dukungan pada kemerdekaan, dan solidaritas kemanusiaan. Sikap Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar keberpihakan, melainkan bentuk konsistensi terhadap prinsip dasar negara.

Di tengah dunia yang kerap abu-abu dalam menentukan sikap terhadap konflik, Indonesia tetap memegang teguh kompas moralnya. Bukan karena buta terhadap kompleksitas konflik, tapi karena sadar akan tanggung jawab sejarah dan kemanusiaan.

 

 

 

 

 

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas