Petaka di Pesta Pernikahan Putra Gubernur Jabar dan Wabup Garut, Tiga Orang Tewas Terinjak
Pesta pernikahan mewah antara putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menyisakan duka mendalam. Tiga orang dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan saat warga mencoba masuk ke area pendopo tempat digelarnya pesta rakyat dan jamuan makan gratis, Rabu (16/7).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Pesta pernikahan mewah antara putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menyisakan duka mendalam.
Tiga orang dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan saat warga mencoba masuk ke area pendopo tempat digelarnya pesta rakyat dan jamuan makan gratis, Rabu (16/7).
Korban tewas terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian. Ketiganya adalah Vania Aprilia (8 tahun) warga Kelurahan Sukamentri, Dewi Jubaedah (61 tahun), serta Bripka Cecep Saeful Bahri (39 tahun). Jenazah Vania dan Dewi saat ini berada di RSUD dr. Slamet Garut, sementara jenazah Bripka Cecep disemayamkan di Rumah Sakit Guntur milik TNI AD.
Insiden bermula ketika ribuan warga memadati area Pendopo Kabupaten Garut untuk menghadiri acara resepsi yang terbuka untuk umum. Saat pintu masuk dibuka, kerumunan yang tak terkendali menyebabkan sejumlah orang terinjak-injak. Kepanikan dan minimnya pengamanan di titik masuk diduga menjadi pemicu jatuhnya korban.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin, saat dikonfirmasi di RSUD dr. Slamet, hanya menjawab singkat, “No comment.”
Maula Akbar Mulyadi Putra, pengantin pria, merupakan anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra periode 2024–2029, serta putra Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Ia mempersunting Luthfianisa Putri Karlina, putri sulung Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, yang kini menjabat Wakil Bupati Garut.
Akad nikah digelar secara khidmat pada Rabu siang, 16 Juli 2025 di Gedung Pendopo Garut, dihadiri sejumlah tokoh politik dan pejabat daerah. Rangkaian prosesi pernikahan sudah dimulai sejak Senin dengan acara siraman dan seserahan di Bayongbong, Garut.
Namun euforia pesta pernikahan yang semula menjadi sorotan karena menyatukan dua figur politik ternama di Jawa Barat, kini berubah menjadi tragedi yang memicu duka dan tanda tanya besar mengenai keamanan acara publik berskala besar.
Pihak keluarga dan panitia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.