indonews

indonews.id

Presiden Prabowo Perkenalkan Istilah "Serakahnomics", Sindir Keras Pengusaha Curang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperkenalkan istilah baru bernama “Serakahnomics” dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (20/7) malam.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperkenalkan istilah baru bernama “Serakahnomics” dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (20/7) malam.

Dalam sambutan yang disiarkan langsung tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa Serakahnomics bukanlah mazhab ekonomi akademik, melainkan istilah yang ia ciptakan untuk menggambarkan praktik ekonomi curang, tidak etis, dan jauh dari prinsip keadilan.

“Ini ada mazhab baru ekonomi yang saya sebut Serakahnomics. Enggak ada di buku, enggak ada di universitas. Ini ilmu ekonomi serakah,” tegas Presiden.

Prabowo menyampaikan bahwa istilah ini merupakan bentuk kritik keras terhadap oknum pengusaha yang memanipulasi sistem demi keuntungan pribadi, bahkan hingga menyengsarakan rakyat. Ia mencontohkan praktik pengoplosan beras biasa yang dijual dengan label premium sebagai salah satu bentuk nyata Serakahnomics.

“Masih banyak permainan-permainan jahat. Beras biasa dibilang premium, harganya dinaikin seenaknya. Ini pelanggaran!” ujar Prabowo lantang.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap para pelaku kejahatan ekonomi, khususnya yang menyangkut bahan pokok rakyat.

Meski melontarkan kritik keras, Presiden menepis anggapan bahwa ia anti terhadap kalangan pengusaha. Ia menegaskan bahwa dirinya pernah menjadi pengusaha sebelum terjun ke dunia politik, dan justru ingin menegakkan etika dalam dunia bisnis.

“Saya pengusaha sebelum masuk politik. Tapi ini sudah bukan pengusaha yang benar, ini keserakahan,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa Serakahnomics bukan sekadar istilah baru, tapi juga peringatan keras terhadap praktik ekonomi yang tidak wajar dan merugikan masyarakat. Ia menutup pidatonya dengan pernyataan tegas:

“Tunggu tanggal mainnya,” katanya, memberi sinyal bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah nyata untuk menindak pelaku kejahatan ekonomi.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas