indonews

indonews.id

Warga Kedoya Menolak, Rencana Alih Fungsi Lapangan Bola Jadi Arena Padel Dibatalkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatalkan rencana alih fungsi Lapangan Sepak Bola Pilar di Jalan Pilar Baru, RT 04 RW 03 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi arena olahraga padel. Keputusan tersebut diambil setelah gelombang penolakan dari warga sekitar dan rapat pembahasan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatalkan rencana alih fungsi Lapangan Sepak Bola Pilar di Jalan Pilar Baru, RT 04 RW 03 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi arena olahraga padel. Keputusan tersebut diambil setelah gelombang penolakan dari warga sekitar dan rapat pembahasan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.

"Sudah beres itu. Tidak dibikin lapangan padel, tetap dipakai buat lapangan sepak bola. Itu sudah dibahas dalam rapat di Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta," ujar Lurah Kedoya Selatan, Aryan Safari, Minggu (27/7).

Meski demikian, Aryan menyebut pihak kelurahan masih menunggu keputusan resmi dari Pemprov. Namun ia menegaskan bahwa aspirasi warga sudah disampaikan dan didengar.

"Yang penting kami bersama warga sudah memperjuangkan, jadi jangan dibikin sarana padel. Tetap difungsikan sebagai lapangan bola buat masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya, warga RW 03 Kedoya Selatan secara tegas menolak rencana pengubahan lapangan bola menjadi lapangan padel. Salah satu warga, Iskandar (45), menilai lapangan tersebut merupakan satu-satunya tempat olahraga bagi masyarakat sekitar.

"Lapangan olahraga warga ya cuma ini doang, enggak ada lagi. Kalau ini jadi lapangan padel, warga gimana olahraganya," kata Iskandar, Kamis (24/7).

Ia menyebut olahraga padel lebih cocok untuk kalangan menengah ke atas dan tidak inklusif bagi warga sekitar. Bahkan, menurutnya, fasilitas padel sudah tersedia tidak jauh dari lokasi tersebut.

Penolakan warga juga tampak nyata lewat berbagai mural di tembok luar lapangan yang bertuliskan: “Padel is not my style”, “Olahraga bukan hanya milik si kaya”, dan “Rakyat kecil butuh ruang bersenang-senang”.

Dukungan terhadap penolakan warga juga datang dari Komisi E DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi E, Yudha Permana, meminta agar Pemprov lebih sensitif dalam meninjau proyek pembangunan fasilitas olahraga dan melibatkan masyarakat sejak awal.

"Saya menyampaikan kepada Pak Kadis, tolong kajiannya harus benar-benar final. Dan libatkan warga sekitar, karena sekarang sudah ada friksi-friksi. Di lapangan sudah ada spanduk banner penolakan pembangunan lapangan padel," tegas Yudha saat rapat bersama Dispora, Rabu (22/7).

Dengan dibatalkannya rencana alih fungsi, warga Kedoya Selatan kini bisa kembali bernapas lega. Lapangan bola tetap menjadi ruang bersama untuk olahraga dan kebersamaan warga.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas