indonews

indonews.id

BNN Gerebek Rumah Mewah "Crazy Rich" di OKI, Bandar Narkoba STR Ditangkap

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah mewah milik seorang bandar narkoba berinisial STR di kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (30/7) itu menjadi sorotan publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah rumah mewah milik seorang bandar narkoba berinisial STR di kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (30/7) itu menjadi sorotan publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono, membenarkan bahwa rumah tersebut merupakan milik STR, yang dikenal sebagai salah satu bandar narkoba besar di wilayah tersebut.

“Rumah itu milik STR, itu bandar besar. Orang sana menyebutnya ‘crazy rich’,” ujar Sulistyo saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8).

Penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tiga tersangka sebelumnya, yakni KD, FR, dan MZ. Selain STR, BNN juga menangkap dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika, masing-masing berinisial ABJ dan BB.

“Kasus pokoknya adalah narkotika, tetapi pengembangannya mengarah ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” jelas Sulistyo.

Dari hasil penggerebekan dan penyelidikan awal, BNN berhasil menyita uang tunai senilai Rp13,34 miliar yang diduga merupakan hasil dari bisnis narkoba. BNN masih terus menelusuri aset-aset lain yang berkaitan dengan jaringan ini, termasuk properti dan tanah.

“Nanti akan diumumkan mana saja harta selain uang tadi — tanah, rumah, dan aset lainnya,” tambahnya.

Penggerebekan ini juga melibatkan bantuan personel kepolisian untuk pengamanan di lapangan. Mengingat STR dikenal memiliki jaringan yang kuat dan pengaruh besar di daerah tersebut, langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi perlawanan.

“Iya, dia bandar besar. Kalau melawan dan kita tidak siapkan kekuatan besar, bisa bahaya. Dia ‘crazy rich’, khawatir punya banyak anak buah dan jaringan kuat,” ujar Sulistyo.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto juga membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa operasi dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak BNN, sementara jajaran kepolisian setempat hanya bertugas memberikan pengamanan di lokasi.

“Benar ada penggerebekan, tapi mohon maaf, kami dari Polres OKI hanya membackup pengamanan. Untuk hasilnya, kami tidak bisa sampaikan karena tidak ikut langsung dalam operasi di dalam rumah,” ujar Eko seperti dikutip dari detik.com, Kamis (31/7).

Penggerebekan ini menjadi perhatian luas publik setelah video yang menampilkan sejumlah anggota kepolisian berjaga di depan rumah mewah STR viral di media sosial, termasuk melalui akun TikTok @ayopalembangcom. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan dugaan adanya 50 kilogram narkoba dalam penggerebekan itu, meskipun hal ini belum dikonfirmasi oleh BNN.

BNN menyatakan bahwa pengembangan kasus dan audit aset akan terus dilakukan untuk membongkar seluruh jaringan dan pencucian uang yang terlibat dalam kasus ini.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas