indonews

indonews.id

Pemerintah Dorong Gerakan Menabung Pelajar Lewat Program KEJAR

Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini. Salah satu langkah yang didorong adalah melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) agar setiap pelajar memiliki rekening tabungan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini. Salah satu langkah yang didorong adalah melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) agar setiap pelajar memiliki rekening tabungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya menabung bagi generasi muda.

“Saving itu selalu baik. Menabung itu selalu baik, karena kita tidak tahu ada kebutuhan dadakan ke depan. Smart student itu selalu melakukan smart saving. Jadi pelajar cerdas, cerdas untuk menabung,” ujar Airlangga dalam acara Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2025 di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (22/8).

Dalam kesempatan itu, Airlangga berdialog interaktif dengan para pelajar SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Ia mengapresiasi mereka yang tidak hanya rajin menabung, tetapi juga berani memulai kegiatan kewirausahaan (entrepreneurship) di lingkungan sekolah maupun kampus.

“Saya apresiasi pelajar yang sudah mulai berjualan. Dan semuanya strict, dibayar dulu baru barangnya dikirim. Ini luar biasa. Kalau semua melakukan kegiatan ekonomi mulai dari menabung, spending, hingga berjualan, ekonomi kita akan terus bergerak,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, kebiasaan menabung tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi pribadi, tetapi juga menjadikan generasi muda bagian dari sistem keuangan yang ikut mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Tadi para pelajar tidak hanya menabung dan belanja, tapi juga sudah ada yang mulai berdagang, entah menjual produk orang tua atau berinisiatif sendiri. Artinya, entrepreneurship di kalangan pelajar itu tumbuh,” tegasnya.

Airlangga juga mengingatkan para pelajar agar selalu memastikan bank atau aplikasi keuangan yang digunakan sudah resmi dan berada di bawah pengawasan OJK. Hal ini penting demi menjaga keamanan dana yang ditabungkan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Gerakan menabung melalui program KEJAR diharapkan dapat menanamkan kebiasaan positif sejak dini, sekaligus menyiapkan Generasi Z dan Generasi Alpha sebagai talenta, pelaku usaha, dan konsumen cerdas di era keuangan digital.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas