TP Sriwijaya Gelar Istighosah dan Tasyakuran HUT ke-57: Momentum Memperkuat Persatuan Warga Sumbagsel
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya menggelar acara istighosah dan tasyakuran dalam rangka memperingati ulang tahun ke-57 organisasi tersebut. Acara yang berlangsung di sebuah masjid bersejarah di Jakarta ini dihadiri oleh para tokoh nasional, keluarga besar pahlawan dan sesepuh asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta jajaran pengurus TP Sriwijaya.
Hadir dalam kesempatan itu antara lain Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, S.H. selaku Ketua Dewan Kehormatan TP Sriwijaya, Dr. Ir. H. Hatta Rajasa selaku Dewan Pembina, keluarga besar mendiang Alamsyah Ratu Prawiranegara (mantan Menteri Agama), serta keluarga almarhum Taufiq Kiemas.
Ketua Umum TP Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D. Hury, S.H., M.M., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.
“Tenaga Pembangunan Sriwijaya lahir dari semangat eks-Tentara Pelajar Sumatera Bagian Selatan. Semangat itu harus terus kita wariskan, tidak lagi dalam perjuangan fisik, melainkan melalui pembangunan, pendidikan, sosial, dan budaya demi Indonesia yang lebih maju,” ujar Sudirman.
Sejarah dan Eksistensi TP Sriwijaya
TP Sriwijaya berdiri pada 19 Agustus 1968, berawal dari reuni eks-Tentara Pelajar Sriwijaya yang dipimpin Pangdam Sriwijaya Mayor jendral Ishaq Juharsyah bersama Alamsyah Ratu Prawiranegara. Pada mulanya, organisasi ini bersifat tertutup hanya untuk para eks-Tentara Pelajar, namun sejak Musyawarah Besar ke-5 tahun 1986 di Palembang, keanggotaan diperluas bagi generasi muda penerus.
Hingga kini, organisasi masyarakat ini terus aktif melalui beragam kegiatan, mulai dari seminar pembangunan Sumbagsel, bakti sosial, bantuan bencana, hingga pembentukan pusat bantuan hukum. TP Sriwijaya juga tengah menyempurnakan pengelolaan website untuk memperluas akses informasi dan rencana program beasiswa serta penyediaan layanan sosial.
Kenangan dan Doa untuk Sesepuh
Acara tasyakuran turut diisi doa bersama untuk mengenang para sesepuh, termasuk almarhum Taufiq Kiemas. Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas penghormatan yang diberikan dan berharap generasi penerus mampu menjaga persatuan dan kebersamaan warga Sumbagsel.
“Kami bangga, almarhum memiliki peran penting dalam membesarkan TP Sriwijaya. Semoga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan tetap terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar ibu Hj Derry Kiemas perwakilan keluarga Alm Taufik Kiemas
Perekat Persaudaraan Sumbagsel
Dalam suasana penuh kekeluargaan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi tokoh-tokoh Sumbagsel lintas generasi. Kehadiran makanan khas Palembang seperti pempek dan Burgo menambah hangat suasana.
“Pertemuan ini sakral sekaligus penuh keakraban. Semoga menjadi perekat kebersamaan warga Sumbagsel untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas,” tutur Sudirman D Hury menutup wawancara.