Aksi Demonstrasi di Solo Sebabkan Kerugian Belasan Miliar, Fasilitas Publik Porak-poranda
Kerusuhan yang terjadi di Kota Solo akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh, meninggalkan jejak kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum dan aset milik pemerintah. Berdasarkan perhitungan sementara, total kerugian diperkirakan menembus angka belasan miliar rupiah.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Kerusuhan yang terjadi di Kota Solo akibat aksi demonstrasi yang berujung ricuh, meninggalkan jejak kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum dan aset milik pemerintah. Berdasarkan perhitungan sementara, total kerugian diperkirakan menembus angka belasan miliar rupiah.
Dinas-dinas terkait saat ini masih terus melakukan pendataan untuk memastikan besarnya kerugian material. Dari laporan awal yang diterima, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo tercatat mengalami dampak terparah. Fasilitas transportasi publik seperti halte-halte Batik Solo Trans (BST) menjadi sasaran utama amuk massa.
“Setidaknya ada 27 unit halte BST yang rusak berat. CCTV dan sarana lalu lintas lainnya juga ikut hancur. Angkanya ya miliaran. CCTV itu dipecahi semua,” ungkap Kepala Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad.
Tak hanya Dishub, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga melaporkan kerusakan signifikan. Fasilitas seperti pot tanaman hias, becak sampah, dan tempat sampah mengalami pengrusakan. Banyak pot hancur berserakan, tanaman hias hilang, dan tiang bendera roboh akibat aksi anarkis massa.
Kerusakan paling mencolok terjadi di kawasan Gedung DPRD Kota Solo. Gedung sekretariat dan ruang pimpinan dilaporkan terbakar hebat. Menurut Sekretaris DPRD, Kinkin Sultanul Hakim, api melahap berbagai dokumen penting, perlengkapan kantor, serta lima unit sepeda motor operasional.
“Kami belum bisa memperkirakan hitungan pastinya. Tapi kalau miliaran pasti ada,” ujar Kinkin. Ia menambahkan, estimasi kerusakan gedung DPRD masih menunggu kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Meski kerugian material sangat besar, dampak kerusuhan ini tak hanya menyentuh sisi finansial. Kerusakan fasilitas publik dinilai akan sangat memengaruhi aktivitas harian masyarakat. Hilangnya halte BST, misalnya, berdampak langsung pada ribuan pengguna transportasi umum di Solo setiap harinya.
Selain itu, rusaknya fasilitas lingkungan seperti taman dan tempat sampah juga menjadi tantangan tersendiri bagi DLH. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kini harus mengalokasikan kembali anggaran untuk mengganti fasilitas yang hancur serta memulihkan ruang-ruang publik yang menjadi identitas kota.
Saat ini, sejumlah dinas telah mulai berkoordinasi untuk mempercepat proses perbaikan. Fokus utama adalah memulihkan pelayanan publik agar tidak lumpuh terlalu lama. Pemkot Solo menghadapi pekerjaan besar untuk mengembalikan kondisi kota seperti sediakala.
Kerusuhan yang bermula dari aksi unjuk rasa ini meninggalkan PR besar bagi pemerintah, dan masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Kota Budaya.