indonews

indonews.id

Usai dari Qatar, Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Bali

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi banjir di Bali pada Sabtu (13/9/2025), sehari setelah dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Qatar.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Denpasar, INDONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi banjir di Bali pada Sabtu (13/9/2025), sehari setelah dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Qatar.

Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 11.15 WIB. Dengan mengenakan baju safari berwarna krem, Prabowo disambut Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya. Setelah itu, Presiden menuju lokasi banjir dengan menggunakan kendaraan Maung putih.

Sebelumnya, di Qatar, Prabowo mengadakan pertemuan dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Keduanya membahas berbagai isu global, termasuk eskalasi geopolitik di Timur Tengah, serta bertukar pandangan terkait dinamika kawasan.

Sehari sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau sejumlah titik banjir di Bali, Jumat (12/9/2025). Gibran didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau pos pengungsian di Banjar Tohpati dan Banjar Sedana Mertha Ubung, Kota Denpasar.

“Rumah dan toko yang rusak akan diperbaiki melalui kerja sama pemerintah pusat dan daerah,” kata Gibran.

Rombongan Wapres juga mengunjungi rumah korban meninggal akibat banjir serta memantau kondisi Pasar Badung yang masih dibersihkan dari sisa material banjir.

Kondisi Banjir Mulai Terkendali

Menurut BNPB, banjir besar yang melanda Bali pada 10 September kini telah surut. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari menyebutkan, Pasar Badung sempat terendam air di area basement, namun tim gabungan berhasil mengevakuasi dua mobil dan 43 motor dari lokasi tersebut.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto memastikan tidak ada lagi genangan air tersisa. Namun, upaya pencarian korban hilang masih dilakukan oleh tim gabungan.

“Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang. Golden time pencarian korban adalah enam hingga tujuh hari,” ujar Suharyanto.

Saat ini, jumlah pengungsi tersisa 185 orang. Mereka tinggal di pos pengungsian pada malam hari, namun kembali ke rumah masing-masing pada siang hari untuk membersihkan material banjir.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas