Salurkan Rp49,36 Triliun, PNM Jadi Pelopor Orange Bond untuk Pemberdayaan Perempuan
PT Permodalan Nasional Madani (PNM), anggota Holding Ultra Mikro BUMN, terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM), anggota Holding Ultra Mikro BUMN, terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengungkapkan saat ini PNM telah memiliki sekitar 15,77 juta nasabah di seluruh Indonesia, mayoritas merupakan perempuan. Total penyaluran pembiayaan hingga saat ini tercatat mencapai Rp49,36 triliun.
Sebagai langkah terobosan dalam mendukung perluasan akses permodalan, khususnya bagi perempuan, PNM pada Juni 2025 meluncurkan obligasi oranye (orange bond) pertama di Indonesia senilai Rp16 triliun.
“Pendanaan ini ditujukan untuk membantu pembiayaan perempuan miskin, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Arief dalam dialog bersama CNBC Indonesia, Kamis (11/9/2025).
PNM menjadi pionir dalam penerbitan orange bond di Tanah Air, dengan tujuan memberikan akses pembiayaan kepada 15,8 juta perempuan Indonesia yang masuk kategori rentan miskin hingga miskin ekstrem. Program ini menjangkau 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi perempuan di tingkat akar rumput.
Arief menegaskan, strategi pendanaan melalui orange bond tidak hanya berorientasi pada profit, melainkan juga membawa dampak sosial nyata. “Kami ingin memastikan perempuan Indonesia memiliki akses lebih besar untuk mengembangkan usaha, mandiri secara ekonomi, sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan keluarga,” katanya.