KBRI Nairobi Dorong Kolaborasi Asia–Afrika dalam Pengembangan Ekonomi Biru di Mombasa
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi menegaskan pentingnya kolaborasi negara-negara Asia dan Afrika dalam memperkuat pengembangan ekonomi biru.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi menegaskan pentingnya kolaborasi negara-negara Asia dan Afrika dalam memperkuat pengembangan ekonomi biru.
Pesan tersebut disampaikan oleh Minister Counsellor Wisnu Lombardwinanto yang mewakili Duta Besar RI untuk Kenya, saat memberikan sambutan utama pada Blue Economy Summit di Prideinn Resort Hotel, Mombasa, Senin (23/9/2025).
Forum internasional yang berlangsung hingga 26 September itu dihadiri sekitar 1.200 peserta, termasuk Gubernur Mombasa, perwakilan diplomatik dari Slovakia, Uni Eropa, Jerman, serta pejabat tinggi Kenya di bidang ekonomi biru.
Dalam pidatonya, Wisnu menekankan posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Indonesia, kata dia, menempatkan laut sebagai pusat kehidupan dan menjadikannya basis utama dalam agenda pembangunan berkelanjutan.
“Ekonomi biru bukan hanya soal pemanfaatan sumber daya laut, tetapi juga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Wisnu.
Indonesia, lanjutnya, telah menempuh sejumlah langkah penting seperti memperkuat pengelolaan perikanan, memerangi praktik illegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing), meratifikasi Perjanjian FAO Port State Measures, melestarikan jutaan hektar kawasan laut, memulihkan ekosistem mangrove dan terumbu karang, serta mengurangi sampah plastik melalui inisiatif nasional.
Dari sisi pendanaan, Indonesia juga memelopori berbagai skema inovatif seperti penerbitan sukuk hijau, eksplorasi blue bond, blended financing, hingga pengembangan Blue Economy Index. Di kancah global, Indonesia aktif memimpin maupun berkontribusi dalam berbagai forum, termasuk IORA, ASEAN, Archipelagic and Islands States Forum, UN Ocean Conference, hingga IMO.
Indonesia pun menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama Asia–Afrika, terinspirasi dari semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.
“Kedua kawasan memiliki kekayaan laut yang melimpah dan tantangan serupa akibat perubahan iklim. Karena itu, kerja sama yang erat dapat membuka peluang bagi generasi muda sekaligus meningkatkan solidaritas antarbangsa,” ujar Wisnu.
Indonesia sendiri telah menjalankan 10 program pengembangan kapasitas bagi Kenya sejak 2022, mencakup sektor pertanian, perikanan, kesehatan ibu, standar medis, promosi perdagangan dan investasi, hingga energi panas bumi.
Menutup sambutannya, Wisnu mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, hingga filantropis—untuk membangun kerja sama inklusif demi menjadikan ekonomi biru sebagai sumber kemakmuran, ketahanan, dan perdamaian bersama.
Selain diskusi panel, Blue Economy Summit juga menampilkan pameran teknologi dan inovasi serta mempertemukan ratusan start-up yang berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam mengelola potensi laut secara berkelanjutan.