Cegah Konten yang Mencemari Ruang Digital, Pakar Etika Publik Sarankan Tiga Prinsip Ini
Menurut dosen sekaligus pemerhati etika komunikasi tersebut, media sosial bukan hanya ruang ekspresi, melainkan arena publik yang menuntut tanggung jawab moral para penggunanya.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Pakar bidang etika publik, sosial, bisnis, dan komunikasi, Dr. Don Bosco mengingatkan warga agar lebih bijak sebelum menekan tombol di media sosial.
Menurut dosen sekaligus pemerhati etika komunikasi tersebut, media sosial bukan hanya ruang ekspresi, melainkan arena publik yang menuntut tanggung jawab moral para penggunanya.
Karena itu, dia mengajurkan agar publik menerapkan prinsip “Socrates Triple Test” sebelum menyebarkan informasi di media sosial. Prinsip tersebut merupakan pedoman praktis agar kita tidak berurusan dengan hukum – yang mungkin akan terjadi.
Socrates Triple Test terdiri dari tiga pertanyaan sederhana yang harus dijawab sebelum membagikan informasi yaitu: apakah hal yang akan dibagikan itu benar, apakah hal itu baik, dan apakah hal itu berguna.
“Kalau satu saja jawabannya tidak, hentikan informasi itu di tangan kita. Jangan diteruskan,” tegasnya.
Prinsip sederhana ini diyakininya mampu mencegah hoaks, ujaran kebencian, hingga konten merusak, yang kerap mencemari ruang digital.
Alumnus Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Flores, NTT, itu menambahkan kecepatan menyebarkan informasi sering kali mengalahkan akurasi dan kebermanfaatannya. Padahal, kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan tanpa batas.
Menurutnya, menyebarkan pesan tanpa verifikasi adalah bentuk kekerasan simbolik yang perlahan merusak kepercayaan sosial. “Etika bukan sekadar teori, tapi tindakan nyata,” ujarnya.
Melalui triple test tersebut, Don Bosco mengajak masyarakat untuk berani berhenti sejenak, berpikir kritis, lalu memilih untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak memenuhi syarat kebenaran, kebaikan, dan manfaat.
“Biarkan informasi yang tidak benar, tidak baik, dan tidak berguna mati di genggaman kita. Karena yang seharusnya viral adalah kebenaran, kebaikan, dan manfaat bagi semua,” ujar Don Bosco.
Dosen di beberapa perguruan tinggi ini menegaskan bahwa keberanian moral untuk tidak membagikan informasi yang mengandung konten hoaks, ujaran kebencian, maupun merusak tersebut merupakan langkah kecil. "Namun sangat berarti bagi masa depan ruang digital yang lebih sehat dan bermartabat," pungkasnya. *