GKJ Saksi Bisu Bakat Seni Pelajar SMA 3 Jakarta
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Gedung Kesenian Jakarta jadi saksi bisu bakat terpendam pelajar SMA 3 Jakarta, mereka memang masih berstatus siswa sekolah tapi siapa sangka gaya berteater penuh penjiwaan nyaris mendekati seniman panggung. Begitu pula panitia pertunjukan yang juga pelajar SMA 3 Jakarta, mendekati kerja event organizer.
Gedung putih peninggalan masa kolonial letaknya persis di seberang Pasar Baroe, dipenuhi pelajar, guru dan orangtua siswa, ada pula almuni SMA 3 Teladan seperti Asri Hadi Pemred media online indonews.id. Acara ini terselenggara atas dukungan Ika Teladan yang Ketua Umum Boy Thohir, BNI, Pertamina Gas Negara, RSU Bunda Jakarta, PT LTE, 49 CP, serta menggandeng indonews.id selaku media partner.
Meski belum terlalu percaya diri namun 40 pemain opera tampil "all out" mereka mencurahkan segenap kemampuannya memerankan lakon seperti arahan sutradara. Sepanjang pertunjukan para pemain mendapat aplaus dari penonton, apalagi kala temannya ada di atas panggung mereka yang satu kelas memberi semangat dengan tepukan tangan.
Di atas panggung mereka seniman, pekerja seni yang mencurahkan tenaga dan pikirannya demi menghibur penonton dengan bermain apik sekan ada di dunia lain yang bukan kehidupan sehari-hari para pelajar. Walau tema yang diangkat seputar kehidupan remaja masa sekolah, dimana di dada mereka dipenuhi gelora cinta.
Bukan hanya pemain opera, para panitia yang mengatur suksesnya pertunjukam pun demikian, Sabtu (27/09) para panitia melupakan dahulu pelajaran sekolah, fokus pada pertunjukan teman satu sekolah. Walkie talkie tersampir di pinggang panitia, satu sama lain saling komunikasi dengan alat tersebut sehingga koordinasi pun tercipta demi sebuah pertunjukan.
Mereka itu pelajar tapi cara kerja mereka boleh diacungkan jempol, profesional bahkan detil kecil pun mereka siapkan, saat tamu yang seharusnya memberikan sambutan ternyata sudah melangkah pulang namun mereka sigap mencari penggantinya.
Panitia ini dibawah kordinasi Difel selaku ketua dan Kinan sebagai wakilnya, dua remaja berparas ayu itu mampu mengkordinir teman-temannya demi suksesnya pertunjukan panggung. Pagelaran tersebut memang kegiatan tahunan SMA 3 Jakarta, dan setiap pertunjukan digelar pemainnya pun berganti untuk memberi kesempatan siswa lain mengembangkan bakat seninya.
Suksesnya opera SMA 3 Jakarta berjudul "Amets Senfina", semoga SMA 3 Teladan tak hanya dikenal sebagai sekolah favorit yang mampu mengantar anak didiknya ke kampus ternama di negeri ini tapi juga dikenal sebagai sekolah yang mampu lahirkan seniman-seniman panggung.