Workesia Company Perkuat Sinergi Pemenuhan PMI untuk Bahrain, Dorong Ekspor Rempah Indonesia ke Timur Tengah
Workesia Company menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja migran Indonesia (PMI) ke Bahrain. Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis bersama Holding Company Synergy Partner Prima yang berfokus pada penguatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke kawasan Timur Tengah.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Workesia Company menegaskan komitmennya sebagai penggerak utama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja migran Indonesia (PMI) ke Bahrain. Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis bersama Holding Company Synergy Partner Prima yang berfokus pada penguatan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke kawasan Timur Tengah.
Sinergi antara kedua perusahaan ini menjadi fondasi penting dalam memperlancar alur bisnis, ekspor rempah, serta pengelolaan tenaga kerja profesional Indonesia di Bahrain — negara yang dikenal sebagai “mutiara di Timur Tengah.”
Komitmen tersebut mengemuka dalam forum “Bahrain, Pearl In The Middle East” yang digelar pada 19 Oktober 2025 di Perpustakaan Jakarta. Dalam forum tersebut, Synergy Partner Prima memaparkan strategi perluasan pasar bagi produk rempah-rempah Indonesia seperti pala, lada, cengkeh, kapulaga, kopi, dan minyak atsiri.
Presiden Direktur Synergy Partner Prima, Revie Fayanti, menuturkan bahwa kolaborasi dengan Workesia menjadi langkah strategis dalam membuka peluang besar ekspor dan investasi ke Bahrain serta wilayah Timur Tengah lainnya.
“Dengan jaringan kuat dan dukungan dari Workesia dalam pemenuhan talenta, kami optimis produk rempah dan kopi Indonesia bisa meraih tempat utama di pasar Bahrain,” ujar Revie.
Workesia Company, yang dikenal dengan keahliannya dalam manajemen sumber daya manusia dan pengelolaan PMI, juga memastikan operasional berjalan efisien guna mendukung rantai pasok (supply chain) yang efektif. Kehadiran tenaga kerja migran Indonesia yang terkelola dengan baik dinilai menjadi kunci kelancaran distribusi dan keberhasilan bisnis ekspor tersebut.
Forum ini turut dihadiri Duta Besar Bahrain untuk Indonesia, Ahmed Abdulla Ahmed Aljhajeer, serta sejumlah tokoh bisnis dari Arab Saudi. Kehadiran mereka menandai penguatan hubungan bilateral dan kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan antara Indonesia dan negara-negara Teluk.
Revie menutup dengan nada optimistis bahwa sinergi ini akan membawa angin segar bagi industri agrikultur dan perdagangan Indonesia di pasar global.
“Saatnya rempah-rempah Indonesia harum di dapur Bahrain hingga seluruh Timur Tengah,” ujarnya.
Langkah kolaboratif antara Workesia dan Synergy Partner Prima ini sekaligus menunjukkan model kemitraan bisnis baru — di mana pengelolaan SDM berkualitas dan ekspor produk unggulan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.