indonews

indonews.id

Berawal dari Bisnis Jual Beli Kendaraan, Dayu AG Jadi Pencipta Lagu Dangdut Fenomenal

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
zoom-in Berawal dari Bisnis Jual Beli Kendaraan, Dayu AG  Jadi Pencipta Lagu Dangdut Fenomenal
Dayu AG bersama wartawan senior saksikan Liga U-17 Piala Gubernur Jakarta, di lapangan sepakbola Pancoran, Jakarta Selatan.

Jakarta, INDONEWS.ID - Memang tak salah apa kata pepatah, usaha tak pernah menghianati hasil. Siapa yang tak kenal Dayu AG pencipta lagu asal Garut, bagi penggemar musik dangdut nama Dayu AG adalah jaminan mutu, karyanya selalu meledak di blantika musik. Tapi siapa sangka sebelum menggeluti dunia musik Dayu AG adalah pebisnis kendaraan seken yang ia jalani hingga saat ini. 

Sebelum namanya dikenal sebagai pencipta lagu dangdut, Dayu Ag berprofesi sebagai pedagang kendaraan seken. Bisnis itu ia awali pada tahun 1985, kala itu ia coba-coba menjadi pedagang motor seken. 

Bisnis jual beli motor seken berjalan mulus, bahkan ia mulai membesarkan usahanya dari hitungan satuan menjadi belasan roda dua. Usaha itu terus ia geluti dan makin sukses, ia pun mulai merambah ke roda empat. 

Tangan dingin Dayu AG di bisnis jual beli kendaraan memang 'gak' kaleng-kaleng, roda dua sukses, roda empat berhasil. Namun kita harus sadar tak semua jalan itu mulus, selalu ada kelok, keloknya. Begitu pun usaha yang dijalani Dayu AG mengalami pasang-surut. Tapi ada hikmah di balik itu. 

Setelah 7 tahun menjalani bisnis jual beli kendaraan, dan saat itu usahanya tengah lesu, adiknya Nais Larasati tahu 'akang' nya punya bakat terpendam, mengkreasi kata-kata menjadi syair lagu nan indah. Adiknya pun meminta Dayu membuatkan lagu untuknya, Nais memang punya suara merdu dan ingin punya lagu sendiri. 

Ternyata adiknya tak salah, lagu ciptaan Dayu AG "Takdir", yang menurut pengakuan Dayu saat ditemui indonews.id kala menyaksikan kompetisi liga U-17 Piala Gubernur Jakarta, di lapangan eks Mabes AU, Pancoran, Jakarta, adalah tentang dirinya dalam menjalankan kehidupan berumahtangga. 

Dayu pun mengulang beberapa syair dari lagu "Takdir" diselingi cerita kenapa syair itu tercetus, saat itu ia tengah pergi Haji, dan beberapa waktu setelah pulang ke tanah air lalu berpisah alias cerai dengan isterinya. 

Selain "Takdir" banyak karyanya yang menjadi lagu Hits seperti Tabah” meledak di pasaran dan meraih award sebagai kaset yang meraih angka penjualan tinggi. Dayu pun menggenggam popularitas nasional. 

Namanya makin dikenal luas, dan Dayu kian semangat berkarya, 30 tahun sudah ia di dunia musik dan memilki 150 lagu. Karyanya tak hanya untuk komersil, Dayu juga membuat lagu untuk Pemda Jawa Barat, lagu senam yang membuat Jabar Juara tingkat nasional dan lagunya pun dipakai untuk pembukaan olahraga skala Asia Tenggara. 

Meski namanya sudah dikenal luas namun Dayu AG tak pernah lupa dengan bisnis awalnya, jual beli kendaraan seken. Hingga saat ini bisnis itu terus ia jalankan meski sudah bukan Dayu lagi pengendalinya tapi anaknya yang menjalankan usaha tersebut, Dayu hanya mengawasi dan membimbing anak agar usaha bertahan dan makin sukses. 

Diakhir penuturannya, Dayu mengatakan, dirinya tengah membuat lagu, yaitu "Jawaban Takdir". Lagu tersebut sudah diminta produser dan siap masuk dapur rekaman. " Ini juga masih terkait saya, perjalanan hidup yang saya alami", tambahnya sambil pamit meninggalkan lapangan sepakbola Dirgantara, Pancoran, Jakarta Selatan.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas