Pasar Burung Barito Dibongkar, Digantikan Proyek Taman Bendera Pusaka
Suasana haru dan tegang mewarnai pembongkaran Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/10/2025) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, alat berat jenis ekskavator mulai merobohkan deretan kios yang selama puluhan tahun berdiri di tepi Taman Langsat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Suasana haru dan tegang mewarnai pembongkaran Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/10/2025) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB, alat berat jenis ekskavator mulai merobohkan deretan kios yang selama puluhan tahun berdiri di tepi Taman Langsat.
Pantauan di lokasi menunjukkan, besi dan puing-puing bangunan tampak berserakan, sementara beberapa mobil bak disiapkan untuk mengangkut material sisa pembongkaran. Para pedagang tampak sibuk menyelamatkan hewan dan barang dagangan mereka ke seberang jalan.
Di tengah suasana sibuk itu, terdengar tangis seorang perempuan yang duduk di samping kandang kecil berisi seekor kucing abu-abu tak bernyawa — menjadi simbol kesedihan banyak pedagang yang kehilangan tempat berjualan mereka.
“Hari ini kami digusur hanya untuk pembangunan sebuah taman,” ujar seorang orator dari kalangan pedagang di kawasan perempatan Taman Langsat dan Taman Ayodya, sambil menyuarakan protes di tengah jalan.
Pembongkaran Pasar Barito ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Taman ASEAN atau Taman Bendera Pusaka, yang akan menggantikan area pasar legendaris tersebut. Proyek tersebut termasuk dalam program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Blok M.
Taman Bendera Pusaka nantinya akan menggabungkan tiga taman yang sudah ada sebelumnya, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 dan diharapkan menjadi ikon ruang publik baru Jakarta.
Menurut Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, pembangunan taman ini merupakan bagian dari transformasi kawasan Blok M menjadi pusat baru kegiatan publik dan simbol identitas Jakarta pasca-pemindahan ibu kota negara.
“Jadi, ini untuk menjadikan kawasan Blok M sebagai pusat transportasi dan perbelanjaan, dan yang kedua sebagai City ASEAN. Taman ini akan menunjang taman-taman bertema ASEAN yang ada di Jakarta Selatan,” ujar Anwar di Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Pemerintah DKI Jakarta menyebut Taman Bendera Pusaka akan menjadi simbol identitas baru Jakarta sebagai Ibu Kota ASEAN, mengingat Gedung Sekretariat ASEAN berada tidak jauh dari kawasan tersebut.
Meski proyek ini disebut membawa visi hijau dan modernisasi kawasan, sejumlah pedagang dan warga sekitar mengaku kehilangan mata pencaharian dan ruang sosial mereka yang telah puluhan tahun tumbuh di Pasar Barito.
Sementara itu, proses relokasi pedagang masih terus dibahas antara pemerintah kota dan perwakilan pedagang. Hingga siang hari, pembongkaran masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.